MOHON DAYA KEMAMPUAN MENGATASI KESEDIHAN DAN SALAH SANGKA
Y. Haryanto
Renungan Harian
7.April 2026
Hari Selasa dalam Oktaf Paskah
Injil: Yohanes 20,11-18
Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid:”Aku telah melihat Tuhan ! ” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.(Yoh.20:18).
RENUNGAN:
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus yang bangkit dari antara orang mati, Selamat Paskah.
Injil hari ini, hari Selasa dalam Oktaf Paskah, mewartakan kabar gembira yang dialami oleh Santa Maria Magdalena dan diperuntukkan bagi kita juga.
Seperti para murid lainnya, Maria Magdalena tentu saja sedih menyaksikan Tuhan Yesus disalibkan, wafat di kayu salib, dan dimakamkan. Kesedihannya ini menutup penglihatannya yang jernih, menyebabkannya melihat namun tidak tahu, cepat-cepat mengambil kesimpulan yang keliru, menjadi salah sangka.
Sewaktu melihat “batu telah diambil dari kubur” (Yoh.20:1) cepat-cepat berkesimpulan bahwa “Tuhan telah diambil orang dari kuburNya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan” (Yoh.20:2)
Ketika tampak olehnya dua orang malaikat, Maria Magdalena tidak tahu dan tidak menyadari sedang berhadapan dengan malaikat – utusan Allah. Alih-alih membuka diri pada warta gembira yang dihadirkan dua malaikat itu, Maria Magdalena terus menangis. Dan sewaktu ditanya dengan hormat penuh empati oleh dua malaikat itu mengapa ia menangis, ia sampaikan kesimpulannya yang keliru:”Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan ” (Yoh.20:13).
Kesedihan yang menguasai dirinya membuat ia “melihat Yesus berdiri di situ tetapi tidak tahu bahwa itu adalah Yesus” (Yoh.20:14). Maria Magdalena salah sangka, menyangka Tuhan Yesus itu seorang penunggu taman. Lebih jauh lagi menuduhNya sebagai orang yang mengambil jenazah Tuhan. “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya” (Yoh.20:15)
Dikuasai kesedihan membuat tidak mampu berfikir jernih, cepat melompat pada pengambilan kesimpulan yang keliru, salah sangka, tidak melihat realitas yang dihadapi dengan kesadaran dan pemahaman, tidak “melihat Tuhan” yang hadir.
Situasi itu menjadi sungguh berubah sewaktu secara personal Tuhan Yesus yang bangkit menampakkan diriNya lewat sapaan kpd Maria Magdalena:”Maria “. Dengan penuh takzim ia menjawab: ” Rabu ni” , “Guru! “. Maria Magdalena melihat Tuhan. Kesedihannya sirna, tidak lagi salah sangka, siap mendengarkan SabdaNya, siap melaksanakan perintahNya.
Dengan gembira, penuh keyakinan dan bersemangat, Maria Magdalena bersaksi kepada para rasul: aku telah melihat Tuhan. Tuhan tidak diambil orang. Tuhan hidup dan bersabda: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa ” Dia memintaku pergi dan mengatakan kepada kalian apa yang Beliau sabdakan: “Sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu”.
Anugerah besar Paskah: disapa secara personal oleh Tuhan Yesus yang bangkit, melihat Tuhan, diangkat menjadi saudara Tuhan Yesus yang bangkit, diperkenankan dalam Dia mengakui Allah Tuhan Yesus itu Allah kita juga, Bapa Tuhan Yesus Bapa kita juga. Kesukaan iman luar biasa.
DOA
Syukur Pujian bagiMu Tuhan
Engkau telah menampakkan DiriMu kepada Santa Maria Magdalena. Berkenanlah Engkau menampakkan DiriMu kepada kami juga hingga kami Engkau mampukan mengatasi kesedihan, tidak salah sangka, dan siap menjadi saksi-saksi kebangkitanMu.
Amin.

