YESUS MENGERJAKAN KARYA ALLAH, BAPA-NYA

YESUS MENGERJAKAN KARYA ALLAH, BAPA-NYA

Oleh FA Adihendro

Renungan Harian, Rabu 18 Maret 2026

Pekan IV Prapaskah

Bacaan Injil: Yoh 5:17-30

Saudara-saudari, yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang tidak pernah percaya kepada Yesus. Hanya beberapa orang yang mengikuti Yesus. Tetapi sebagian besar membenci Yesus bahkan mengancam ingin membunuh-Nya. Apalagi mereka menganggap Yesus telah mencemarkan hari Sabat, yang mereka anggap hari suci, dengan menyembuhkan orang buta, dan melakukan karya-karya lain. Terlebih lagi mereka menganggap Yesus telah menyamakan diri-Nya dengan  Allah. Ini menyalahi tauhid mereka, bahwa Allah adalah esa.

Kendati demikian, Yesus tidak pernah merasa takut terhadap ancaman orang-orang Yahudi itu dengan tetap mengajar, berkarya dan membuat mukjizat-mukjizat. Dengan gamblang Yesus memberikan penjelasan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak mengerjakan sesuatu dari Diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”

Orang-orang Yahudi sangat percaya bahwa Allah sangat mengasihi mereka, mereka adalah suatu bangsa yang terpilih. Anehnya mereka tidak mau mengakui sabda dan karya Yesus yang nyata-nyata mengasihi setiap orang. Karya-karya Yesus menyembuhkan orang sakit, membuat orang lumpuh bisa berjalan, orang bisa dapat berbicara, orang tuli bisa mendengar,mengusir setan, orang mati dihidupkan; namun ternyata tidak mampu mengubah kedegilan orang-orang Yahudi itu.

Menjadi refleksi bagi kita semua, apakah kita juga seperti orang-orang Yahudi, yang degil, itu? Apakah kita percaya pada kata-kata Yesus, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” (Yoh 5:17)? Apakah kita meragukan bahwa Yesus tetap menyertai kita hingga saat ini, detik ini? Apakah kita yakin sepenuh hati bahwa Yesus selalu mengasihi kita? Marilah kita dengan rendah hati memohon kepada Allah Bapa, agar berkenan mengutus Roh Kudus-Nya, untuk menambahkan iman kita kepada Putra-Nya, Yesus Kristus.

Doa: Bapa, Allah yang penuh kasih dan sayang, kami merasa tidak pantas Engkau kasihi dan cintai, karena kami sering bersalah dan berdosa di hadapan-Mu. Oleh karena cinta-Mu, kami mohon agar kami Kau terima kembali ke dalam pelukan kasih-Mu, karena kami telah menyesali segala kesalahan kami, dan berjanji akan memperbaiki hidup kami, demi Yesus Kristus, Tuhan dan Jungjungan kami. Amin.

FA Adihendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *