SUKA CITA BUKAN HANYA GEMBIRA

SUKA CITA BUKAN HANYA GEMBIRA

Renungan Harian

Jumat 15 Mei 2026 Pekan VI Paskah

Bacaan Injil:  Yoh 16:20-23a

Oleh FA Adihendro

“Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.” (Yoh 16:20)

BEBERAPA hari selama Pekan Paskah menjelang Hari Raya Pentekosta oleh Gereja kita disajikan kisah amanat perpisahan yang disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya, yang ditulis oleh Santo Yohanes. Seperti kita ketahui bahwa Injil keempat ini ditulis paling akhir sekitar ujung abad pertama, sesudah muncul tulisan ketiga Injil Sinopsis (Markus, Matius dan Lukas). Jadi injil Yohanes ini merupakan refleksi yang dalam dari Penulisnya atas peristiwa Yesus, yang juga sudah ditulis oleh Markus, Matius dan Lukas, sehingga uraiannya menjadi sangat dalam dan padat.

Seluruh injil Yohanes berbingkai akan kisah kebangkitan Yesus Kristus. Dari peristiwa kebangkitan ini direfleksikan siapakan Yesus itu, apa yang menjadi misi-Nya, apa yang menjadi Sabda dan Karya Tuhan Yesus di dunia, hingga pesan-pesan dan amanat Yesus terakhir sebelum terangkat ke surga.

Dalam prespektif ini kita bisa memahami bacaan Injil hari ini. Bukan untuk menakut-nakuti para pengikut-Nya, melainkan mengatakan konsekwensi logis untuk para pengikut Yesus yang masih dalam perjuangan di dunia. Bagaikan domba yang masuk ke sarang serigala. Tidak mudah. Tetapi Yesus selalu memberikan harapan, “dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”, bagi umat yang mengimaninya. Semuanya itu disampaikan Yesus kepada para murid karena didorong oleh rasa cinta kasih-Nya kepada umat pilihan-Nya.

Seorang yang arif telah membuat pembedan arti dari diksi gembira dan suka cita, yang dipakai oleh Yohanes. Gembira adalah rasa senang yang diberikan dunia, hanya menyentuh permukaan luar dari rasa senang. Misalnya kita mendapatkan hadiah, kita merasa gembira. Kita bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak bertemu, kita merasa gembira, rasa senang yang diberikan oleh dunia ini. Nuansanya adalah profan. Yohanes membedakan antara gembira dan suka cita. Suka cita adalah perasaaan yang lebih mendalam, menyentuh hati yang meluap dalam rasa senang. Makanya orang yang mengalami suka cita bisa mengekspresikan dalam tarian atau nyanyian. Nuansanya adalah ilahi, spiritual.

Yang dijanjikan oleh Yesus adalah suka cita, bukan sekadar kegembiraan.

Doa:

Allah Bapa, yang maha kasih, kami merasa bersyukur kepada-Mu, oleh karena kasih-Mu yang berlimpah yang diwujudnyatakan oleh Yesus Kristus, Putra-Mu. Tambahkanlah selalu iman kami akan pendampingan-Mu dan penyertaan-Mu selama kami masih berjuang dalam kancah dunia ini, sehingga selalu ada harapan akan janji-Mu yang menyelamatkan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Sahabat kami. Amin.

FA Adihendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *