PERCAYA KARENA DIA HIDUP
Renungan Harian
Pesta St. Tomas, Rasul
Injil: Yohanes 20:24-29
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh. 20:29)
Bapak, Ibu, Saudara-saudari terkasih,
Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth atau post-trust, ketika kebohongan yang diulang-ulang terus-menerus akhirnya dianggap sebagai kebenaran. Media sosial mempercepat penyebaran berbagai informasi. Sesuatu yang viral belum tentu benar, tetapi karena terus dibagikan dan dipercaya banyak orang, akhirnya dianggap sebagai fakta. Ketika kemudian terbukti keliru, sering kali semuanya seolah selesai hanya dengan sebuah permintaan maaf, sementara dampak kebohongan itu sudah telanjur menyebar.
Kita pun sering menyaksikan berbagai perdebatan mengenai sesuatu yang belum dilihat sendiri buktinya. Misalnya isu tentang ijazah palsu. Banyak orang sudah terburu-buru menyatakan “palsu” atau “asli”, padahal mereka sendiri belum pernah melihat dokumen aslinya. Opini lebih cepat berkembang daripada fakta.
Dua ribu tahun yang lalu, Rasul Tomas justru mengambil sikap yang berbeda. Ketika para murid berkata, “Kami telah melihat Tuhan!”, Tomas tidak mau begitu saja mempercayainya. Ia berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Tomas tidak ingin terombang-ambing oleh kabar, sekalipun kabar itu sangat menggembirakan. Ia menginginkan kepastian.
Delapan hari kemudian Yesus sendiri datang menjumpainya. Dengan penuh kasih Yesus mempersilakan Tomas menyentuh luka-luka-Nya. Saat itulah keraguannya runtuh. Ia berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Pengalaman pribadi bersama Kristus mengubah keraguannya menjadi iman yang teguh.
Lalu Yesus mengucapkan sabda yang juga ditujukan kepada kita: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kita tidak pernah melihat Yesus secara fisik. Kita tidak menyentuh bekas paku di tangan-Nya ataupun luka di lambung-Nya. Namun Roh Kudus terus bekerja dalam hati kita melalui Sabda Tuhan, Gereja, sakramen-sakramen, dan berbagai pengalaman hidup. Roh Kudus terus menghembuskan kabar sukacita bahwa Kristus sungguh telah bangkit, mengalahkan dosa, maut, dan kuasa kegelapan.
Iman kita bukan dibangun oleh berita yang viral, melainkan oleh perjumpaan dengan Kristus yang hidup. Karena itu, jangan mudah terombang-ambing oleh berbagai suara dunia. Tetaplah berpegang pada Injil dan ajaran Gereja. Percayalah kepada Yesus yang bangkit. Sebab jika Kristus telah mengalahkan maut, maka kita yang setia mengikuti-Nya pun memiliki pengharapan akan keselamatan dan kehidupan kekal bersama-Nya.
Salam dan Berkat Tuhan.

