Bekerja Bukan Sekadar Mencari Nafkah, Tapi Melayani
Oleh Susy Haryawan
Renungan, Jumat, 1 Mei 2026
Bacaan : Injil Yohanes 14:1-6
Saudara Terkasih,
Hari ini, Gereja merayakan peringatan Santo Yosef Pekerja, yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Sosok Yosef seringkali muncul dalam keheningan; ia tidak memiliki satu pun baris kalimat yang dicatat dalam Kitab Suci, namun seluruh hidupnya berbicara melalui tindakan. Aksi nyata dalam mewujudkan kasih karunia Allah di Tengah dunia.
Dalam Injil hari ini, kita mendengar orang-orang di kampung halaman Yesus bertanya dengan nada meremehkan: “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” Pertanyaan ini sebenarnya adalah sebuah pujian yang tersembunyi bagi Yosef. Ia dikenal bukan karena kedudukan politik atau kekayaannya, melainkan karena kerja keras tangannya. Kelas pekerja, bukan elit atau bukan siapa-siapa, di Tengah kuatnya kelompok-kelompok ternama waktu itu.
Saudara Terkasih, ada tiga pesan penting yang bisa kita renungkan hari ini:
- Kerja sebagai Partisipasi Ilahi Dalam bacaan pertama (Kejadian), kita melihat Allah bekerja menciptakan alam semesta dan kemudian beristirahat. Saat kita bekerja—baik itu di kantor, di pasar, di sawah, atau di rumah tangga—kita sebenarnya sedang melanjutkan karya penciptaan Allah. Kerja bukanlah hukuman, melainkan martabat.
Bekerja itu wujud kita, anak-anak Allah melakukan apa yang juga dikerjakan Allah, yaitu bekerja. Ini adalah khas, pembeda dengan makhuk lain. Manusia yang tidak bekerja merendahkan dirinya, dan juga Allah.
- Kekudusan dalam Rutinitas Santo Yosef mengajarkan bahwa kita tidak perlu melakukan hal-hal luar biasa untuk menjadi suci. Ia menjadi kudus melalui serutan kayu, paku, dan peluh. Kekudusan ditemukan dalam ketelitian kita menyelesaikan laporan, kesabaran kita melayani pelanggan, dan kejujuran kita dalam berbisnis.
Hari-hari ini, kita sebagai anak bangsa sedang prihatin. Bagaimana opini dibentuk untuk menyatakan bahwa negara, pemerintah, dan bangsa ini sedang baik-baik saja. Padahal tidak demikian adanya. Kita sebagai anak-anak Allah dituntut untuk berani menyuarakan kebenaran itu, meskipun tidak mudah, dan risikonya juga tidak kecil.
- Bekerja untuk Melayani, Bukan Menguasai Yosef bekerja untuk menafkahi Keluarga Kudus. Pekerjaannya memiliki tujuan yang lebih tinggi dari sekadar uang: yaitu menjaga Sang Juru Selamat. Jika kita mengubah niat kita dari “mencari uang” menjadi “melayani sesama dan memuliakan Tuhan,” maka beban kerja yang berat pun akan terasa ringan.
Di zaman modern yang serba cepat ini, seringkali nilai seseorang diukur dari produktivitas atau gajinya. Namun, Santo Yosef mengingatkan kita bahwa yang terpenting di mata Tuhan bukanlah apa pekerjaan kita, melainkan dengan cinta sebesar apa kita melakukannya.
Doa singkat
Ya Allah, Bapa Pencipta segala sesuatu, Engkau memberi kami tugas untuk mengelola bumi ini. Melalui teladan dan doa Santo Yosef Pekerja, bantulah kami untuk menyelesaikan pekerjaan yang Engkau percayakan kepada kami dengan setia, sehingga kami layak menerima upah yang Engkau janjikan dalam kerajaan-Mu. Amin
Salam JMJ
Susy Haryawan

