OVT, APA ITU?
Overthinking atau OVT menjadi kosakata yang berkaitan dengan gangguan psikis, akhir- akhir ini banyak muncul dalam wacana generasi milenial. OVT gejala pada orang yang terlalu banyak dan lama memikirkan sesuatu, biasanya terkait dengan masa lalu dan masa depan. Akibatnya tidak fokus dengan hidup riil saat ini, buang- buang energi, tidak produktif, bahkan bisa menyebabkan depresi, berujung pada bunuh diri.
Berikut penyebab- penyebab OVT:
- Kecemasan (Anxiety) :Rasa khawatir terhadap masa depan, kegagalan, atau penilaian orang lain memicu pikiran berulang. Contoh : takut membuat keputusan yang salah, takut ditolak, atau takut kehilangan.
- Perfeksionisme : Keinginan untuk segala sesuatu menjadi sempurna membuat orang sulit menerima ketidaksempurnaan dan akhirnya terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan negatif. Contoh: meragukan hasil kerja sendiri meski sudah maksimal.
- Takut Mengambil Keputusan : Ketakutan terhadap konsekuensi keputusan membuat seseorang menunda dan terus berpikir tanpa henti. Contoh: bingung memilih karier, pasangan, atau tempat tinggal.
- Pengalaman Trauma atau Kegagalan di Masa Lalu : Kejadian negatif yang belum sembuh secara emosional bisa membuat seseorang terus mengulang-ulang pikirannya. Contoh: dikhianati, gagal besar, atau dipermalukan.
- Kurangnya Rasa Percaya Diri : Ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri membuat seseorang meragukan setiap tindakan atau pikiran yang dimilikinya. Contoh: merasa selalu salah atau tidak cukup baik.
- Lingkungan yang Tekanan Tinggi : Hidup atau bekerja dalam lingkungan yang penuh tekanan dan tuntutan bisa memicu overthinking sebagai mekanisme bertahan.
- Kurangnya Manajemen Emosi : Tidak bisa mengelola emosi seperti marah, takut, atau sedih dengan baik membuat pikiran jadi tidak tenang dan berputar-putar.
Berikut ini tips untuk mengatasi overthinking
- Sadari dan Akui Pikiran Berlebihan : Langkah awal adalah menyadari bahwa kamu sedang overthinking. Contoh : Katakan pada diri sendiri, “Aku sedang terlalu memikirkan ini. Aku perlu berhenti sebentar.”
- Tentukan Waktu untuk Memikirkan : Jadwalkan waktu khusus (misalnya 10 menit) untuk memikirkan suatu masalah. Setelah itu, hentikan dan alihkan perhatian ke aktivitas lain.
- Alihkan Pikiran dengan Aktivitas Positif : Lakukan kegiatan yang bisa menyita perhatianmu: Olahraga ringan, mendengarkan musik, berkebun, dll.
- Latih Mindfulness dan Meditasi : Latihan mindfulness membantu kamu berada di saat ini, bukan terjebak dalam pikiran masa lalu atau masa depan. Meditasi 5–10 menit per hari sangat membantu menenangkan pikiran.
- Ubah Pertanyaan di Dalam Pikiran : Daripada bertanya, “Kenapa ini bisa terjadi?”, ubahlah menjadi : “Apa yang bisa kulakukan sekarang?” “Apa hal baik yang bisa kupelajari dari ini?”
- Tuliskan Pikiranmu : Menulis pikiran di jurnal membantu mengeluarkannya dari kepala.Ini juga membuatmu lebih jernih dalam menilai masalah.
- Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan : Jangan buang energi untuk hal-hal yang di luar kendali. Fokus pada tindakan nyata yang bisa kamu ambil sekarang.
- Bicara dengan Orang Terpercaya: Kadang pikiran berputar karena kamu memendam semuanya sendiri. Curhat ke teman, mentor, atau konselor bisa jadi solusi besar.
- Berlatih Self-Compassion (Belas Kasih pada Diri Sendiri) : Katakan hal-hal positif pada diri sendiri:”Aku manusia biasa, wajar jika bingung.” “Aku sedang belajar dan berkembang.”
- Konsultasi Profesional Jika Perlu: Jika overthinking mengganggu kehidupan harian (tidur, kerja, relasi), terapi psikologis seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) bisa sangat efektif.
(Tanah Lot 2 Agt 2025, Paul Subiyanto)

