Hati-hati Ada Ragi Munafik Farisi
Renungan Harian, Jumat, 17 Oktober 2025
Oleh Angre Sumariyatmo
Bacaan : Injil Lukas 12 : 1 – 7
Anda suka tape? Singkong bila ditaburi dengan ragi maka ia tidak bisa menolak, pasrah untuk menjadi tape. Bahan makanan apapun bila bercampur dengan ragi maka akan berproses cepat berubah bentuk. Injil hari ini memberikan dua pesan. Pertama, Tuhan Yesus menegaskan kepada para murid-Nya agar.waspada, hati-hati terhadap ragi kemunafikan para Farisi. Mengapa Tuhan mengingatkan soal ragi Farisi ini? Pengaruh tindakan munafik para Farisi ini bisa merubah gaya hidup dan menjauhkan para murid dari sikap jujur, egois, kasih, rendah hati dan setia pada kebenaran dan ajaran Tuhan Yesus. Perilaku para murid hendaknya menjadi model atau teladan bagi umat kristiani hingga saat ini.
Kedua, Tuhan Yesus menegaskan kepada para murid sampai diulang tiga kali agar mereka jangan takut terhadap orang-orang yang hanya bisa membunuh tubuh lalu berhenti tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi hendaknya mereka takut kepada Allah yang tidak hanya bisa membunuh tubuh melainkan memiliki kuasa untuk melemparkan ke neraka, hukuman siksaan abadi. Burung pipit saja dipelihara Tuhan. Namun di mata Tuhan manusia jauh lebih dihargai dibandingkan burung pipit. Untuk itulah manusia dipanggil untuk percaya kepada Allah Sang Penguasa di bumi dan di Surga. Juga hendaknya percaya kepada Allah yang maha agung dan maha tahu hingga detil hitungan jumlah helai rambut di kepala.
Marilah ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih, kita kembangkan iman kita sebagai orang katolik untuk tidak mudah hanyut meniru ragi Farisi yang tidak jujur dan tifak rendah hati. Juga kita perdalam iman kepercayaan kepada Allah yang.maha agung, setia, kasih dan rahim agar hidup kita lurus, jujur dan damai dalam jalan dan kasih Tuhan. Amin. Tuhan memberkati.
Andre Sumariyatmo
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta Pusat.

