Ketekunan Berdoa yang Tiada Berhenti

Ketekunan Berdoa yang Tiada Berhenti

Renungan Minggu XXIX
Tgl.19 Oktober 2025
Injil Lukas 18 : 1 – 8.

Oleh Andre Sumariyatmo

Sangat menggugah hati kita atas pewartaan Injil Lukas minggu ini. Mengapa menggugah? Kita disodori perbandingan antara hakim yang sombong (tidak takut akan Allah) dengan Allah yang maha adil, yang maha gerak cepat memberikan pertolongan kepada orang-orang pilihan. Sang Hakim tergerak memberikan keadilan kepada seorang janda karena dia tidak tahan atas rengekan, bawelnya dan teriakan yang mengganggu ketentraman hidupnya. Bagi dia yang penting segera selesai tugasnya memberikan keadilan dan janda tersebut pergi dan tidak merecokinnya lagi. Ada unsur egois di hati nurani hakim tersebut.

Sekarang kita sebagai orang katolik justru memiliki dan percaya kepada Allah yang selalu mendorong untuk tekun berdoa dan bebas memohon pertolongan apapun tanpa batas. Allah bahkan tidak murka dan tidak terganggu dengan panjatan doa kita yang mengalir terus menerus. Bahkan Allah tidak menunda untuk memberikan keadilan dan pertolongan. Inilah gambaran Allah kita yang begitu.baik, peduli dan maha mengerti. Sekali lagi Allah menghendaki kita bertekun dalam berdoa yang terus menerus.

Doa-doa kita yang ditujukan kepada Allah, semoga akan banyak dikabulkan asalkan kita sungguh memiliki iman kepercayaan kepadaNya seperti tertulis :”Tetapi, ketika Anak Manusia itu datang apakah Ia akan mendapati iman di bumi?” (ayat 8 b).

Marilah ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih, kita terus menerus belajar dan bertekun dalam berdoa supaya Tuhan semakin dekat dan tinggal di dalam hati sehingga kita pantas menjadi penyalur kasih dan kemurahan hati Tuhan kepada sesama.
Amin. Tuhan memberkati.

Andre Sumariyatmo

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *