Belajarlah dari Keluarga Kudus Nazaret : Yesus, Maria dan Yusup
Penulis : Andre Sumariyatmo
Renungan Pesta Keluarga Kudus : Yesus, Maria dan Yusup, Minggu, 28 Desember 2025
Injil Matius 2 : 13-15.19-23
Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
“Yusup pun bangun dan mengambil Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati” (ayat 14 – 15 a). Setelah diperingatkan dalam mimpi, pergilah Yusup ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya digenapi firman yang disampaikan melalui.nabi-nabi bahwa Ia akan disebut “Orang Nazaret” (22b-23).
Kelahiran seorang anak bagi pasangan suami isteri tentu disambut dengan hati yang penuh suka cita. Apalagi pasutri tersebut sudah gelisah dan lama menantikan beberapa tahun. Penantian disertai dengan ketekunan doa akhirnya mewujudkan permohonan mereka dikabulkan oleh Tuhan. Sungguh luar biasa kelahiran anak disambut dan disyukuri dengan pesta keluarga.
Kita sebagai keluarga katolik hendaknya terus menerus mau belajar dari.Keluarga Kudus Nazaret. Sebelum Sang Imanuel lahir, ada rentetan peristiwa yang menyedihkan dan memprihatinkan. Yusup dan Maria harus mencari penginapan supaya Maria bisa melahirkan dengan nyaman, lancar dan terhormat. Namun.mereka tidak mendapatkan penginapan. Akhirnya Maria melahirkan di kandang, membendung bayi Yesus dan membaringkannya di dalam palungan.
Injil hari ini memaparkan bagaimana malaikat Tuhan memberitahu Yusup melalui mimpi bahwa raja Herodes mau mencari bayi Yesus untuk dibunuh. Dalam situasi yang gawat ini kita menemukan keteladanan santo Yusup yang bergerak cepat harus bertanggung jawab dan menyelamatkan bayi Yesus dan Maria untuk segera.berangkat dan membawa.ke Mesir. Perjalanan sangat jauh dan melelahkan namun mereka tetap tabah dan berkorban demi keselamatan bayi Yesus. Demikian juga ketika raja Herodes sudah wafat, mereka harus menempuh perjalanan yang jauh untuk kembali ke negeri Israel dan menetap di kota Nazaret sehingga kita.mengenal keluarga Yesus, Maria dan Yusup disebut Keluarga Kudus Nazaret.
Paus Fransiskus melaluii Seruan Apostolik Amoris Laetitia (Kegembiraan Cinta) tanggal19 Maret 2016 memberikan pesan dan nasihat kepada keluarga-keluarga katolik agar belajar dari keteladanan Keluarga Kudus Nazaret. Keteladanan dalam mewujudkan kekudusan dalam kehidupan sehari-hari yang konkrit yakni saling mengampuni, berbuat kebaikan dacinta kasih, berdialog dan berkomunikasi yang setara, berdoa bersama. Setiap keluarga berusaha menjadi tempat yang baik dalam pertumbuhan iman, menanamkan nilai kebijaksanaan dan kerendahan hati dengan membiasakan mengungkapkan tiga kata : “tolong, maaf dan terima kasih”.
Selamat pesta Keluarga Kudus Nazaret : Yesus, Maria dan Yusup. Semoga bapak ibu dan saudara-saudari sekalian merasakan dan menghidupi keluarga yang bersatu, damai, penuh suka cita dan siap diutus Tuhan menjadi saksi kasih dan kebaikan Tuhan di tengah-tengah masyarakat. Amin.Tuhan memberkati.
Doa : Keluarga Kudus Nazaret Yesus,Maria dan Yusup. Kami berdoa agar keluarga-keluarga katolik mau belajar mewujudkan kasih dan kerahiman Tuhan dengan bersikap rendah hati, mau mendengarkan masukan-masukan yang baik, saling mendukung dan bekerja sama sehingga terwujudlah kedamaian, persatuan dan suka.cita dalam keluarga. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
ANDRE SUMARIYATMO
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta Pusat.


Selamat pesta keluarga kudus untuk kita semua.