Duc in Altum
Serial. 9
MENJADI GURU BIASA SAJA
Tangan Tuhan sering bekerja diam- diam, sebelum resign dari hotel istri tertarik mengikuti kursus menjadi instruktur sempoa yang saat itu lagi booming Aritmatika Sempoa, kemudian mengambil lisensi dan franchise untuk bisa membuka kursus Sempoa. Ternyata minat anak- anak cukup kuat sehingga peserta cukup banyak. Kami juga bekerjasama dengan beberapa sekolah untuk memasukkan sebagai ekstra kurikuler. Istri yang sebelumnya accounting Hotel bertransformasi menjadi guru sempoa.
Tahun 2003, artinya sepuluh tahun aku nglaju dari Singaraja ke kampus Jimbaran. Momen untuk mengevaluasi, mumpung istri sudah tidak bekerja di hotel lagi: apakah tetap di Singaraja atau pindah ke Denpasar? Kami terlanjur menikmati kemapanan hidup di Singaraja, dan enggan menghadapi tantangan baru padahal mestinya masa depan ada di Denpasar karena aku bekerja di situ. Seperti Abraham yang sudah hidup mapan di negeri Ur Kasdim ( Mesopotamia) lalu dipanggil Tuhan menuju Tanah Kanaan yang belum jelas juntrungannya, kami pun meninggalkan rumah sendiri di Singaraja menuju rumah kontrakan sederhana di pinggiran kota Denpasar. Sambil mengikuti truk yang mengangkut barang- barang, aku dan istri tak kuasa membendung air mata. Semedot !
Memulai lagi babak baru di Denpasar yang biaya hidupnya lebih tinggi, dan kehilangan jaringan sosial yang sudah dibangun 10 tahun ! Akhirnya kami punya ide, membuka kursus sempoa dan bimbingan belajar di garasi rumah. Modal papan tulis ,bangku dan kursi plastik. Brosur dan pamflet dicetak dan disebar. Promosi juga ke beberapa sekolah. Puji Tuhan, jumlah peserta terus bertambah, bahkan ada sekolah swasta Katolik yang bekerjasama dengan jumlah siswa yang cukup besar. Minimal bisa survive, sambil memikirkan peluang apa lagi. Ohya, tahun sekitar itu aku.dan istri aktif di gerakan Marriage Encounter ( ME), bahkan sebagai Tim sehingga sering ke luar kota memberi retret atau mengikuti pelatihan- pelatihan. Dari sini aku mulai menulis buku, yang terbit pertama tahun 2003 berjudul ” Musuh-Musuh Perkawinan” oleh Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. Sejak itu aku sangat produktif menulis buku, bahkan sampai diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Elekmedia, dll. Menikmati gurihnya royalty ! Aku tetap menjalani profesi sebagai dosen, sambil mengajar bimbel di rumah, dan menulis. Sekali lagi, aku hanya dosen biasa saja, tidak istimewa, tanpa prestasi apa- apa.
Babak selanjutnya, tanganTuhan membelokkan aku dan istri untuk semakin mendalami pendidikan- duc in altum

