Cermin: Suster Ngesot

Cermin: Suster Ngesot

Baru seminggu Gendis tinggal di asrama putri, tapi rumor tentang mitos Suster Ngesot di asrama itu begitu kuat. Manusia memang lebih suka hal- hal yang sensasional daripada yang rasional. Dulu manusia lebih suka teori bumi datar dan geosentris daripada teori heliosentrisnya Galileo. Sampai sekarang orang lebih percaya mitos Adam Hawa di Taman Firdus walaupun tanpa fakta secuilpun daripada teori evolusi Darwin yang dibangun berdasar fakta dan penalaran. Orang percaya cerita kereta- kereta perang Firaun digulung ombak Laut Merah padahal menurut sejarah tahun itu belum ditemukan tehnologi roda bundar, bagaimana mungkin ada kereta? Asudahlah…
Gendis tipe gadis yang rasional, mungkin seperti Santo Thomas yang banyak disalahpahami, ia hanya percaya bila ada fakta. Ia akan percaya jika melihat sendiri fenomena Suster Ngesot. Bahkan ia bertekad untuk membuktikan rumor ini. Tetapa bagaimana caranya manusia bisa masuk ke alam roh? Akhirnya ia menemukan caranya dari membaca kitab- kitab kuno. Sebenarnya, Gendis itu gendeng, mengapa harus repot dan susah payah membuktikan? Percaya saja justru aman dan asyik !
Cara pertama, Gendis harus menjalani poso mutih– berpuasa selama seminggu hanya makan nasi tanpa sayur dan lauk, dan minum air putih. Ia pun menjalani poso mutih sampai tuntas. Ternyata ia tidak bertemu siapa- siapa. Akhirnya diputuskan cara kedua yang lebih berat, Gendis harus nglakoni poso ngebleng — tiga hari tiga malam tanpa makan dan minum dan tidak keluar kamar.
Pada hari ketika tubuh semakin lemah dan lemas karena tanpa asupan, syaraf pun mulai tidak bagus performanya. Selain lemah, kesadaran juga tidak stabil, sering timbul halusinasi.
Antara sadar dan tidak, Gendis melihat pintu kamar digedor- gedor, dan tiba- tiba sosok seorang Suster masuk kamar dan tampak panik. Suster itu membopong tubuhnya. ia pingsan.
Suster Kepala Asrama segera membaringkan tubuh Gendis dan memasang infus.
Sejam kemudian, Gendis mulai sadar. Ingatan terakhirnya dibopong Suster bukan melihat Suster Ngesot.
” Aku perhatikan kamu tiga hari tidak muncul di ruang makan. Tadi kulihat lampu kamarmu masih menyala padahal jam tidur harus padam”, kata Suster lembut sambil mengusap dahi Gendis.
Gendis tersipu dalam hati berkata, “Sialan, bukan Suster Ngesot yang saya temui tetapi Suster Baik Hati yang menyelamatkan aku! ”
Tanah Lot 7Mei 2026

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *