Mau Menjadi Gembala Yang Baik.Atau “Buruh” Upahan?
Oleh : Andre Sumariyatmo
Renungan Senin, 27 April 2026
Injil Yohanes 10 : 11 – 18
“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”(ayat 11). “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal.Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku” (ayat 14 – 15).
Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Dalam Injil Yohanes yang kita renungkan hari ini ada 2 (dua) sosok manusia yang sangat kontras karakternya yakni gembala domba dan “buruh” upahan. Seorang gembala domba mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan domba-domba dari serangan binatang buas. Dia juga mengenal domba-domba lnya dan domba-domba mengenal dia artinya” gembala tersebut akrab, relasinya baik dan dipercaya sebagai pelindung. Domba-domba menurut pada perintahnya. Sementara seorang “buruh” upahan hanya mementingkan dirinya sendiri, punya target mengejar upah (honor) yang tinggi dan bila ada binatang buas dia akan lari menyelamatkan diri. Dia tidak peduli akan keselamatan domba-dombanya. Dia biarkan domba-domba kocar kacir dan lari ketakutan. Dia tidak bertanggung jawab.
Tuhan Yesus diutus Bapa untuk menjadi Gembala Agung dan menyelamatkan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.Bahkan Tuhan mau mengorbankan nyawa-Nya dengan di salib demi keselamatan kita yang sungguh percaya kepada-Nya. Namun Tuhan juga melindungi dan menyelamatkan orang-orang yang belum percaya kepada-Nya karena mereka termasuk domba-domba yang harus dituntun dan dilindungi. Mereka belum menerima kabar Injil. Kehendak Tuhan.jelas dan sangat terbuka untuk keselamatan dan kebahagiaan seluruh umat manusia. Tuhan tetap menyambut dan
memberikan rahmat keselamatan bagi orang-orang bukan kristen. Mereka diselamatkan karena telah berbuat baik dan kasih sesuai dengan hati nurani .
Dalam hidup sehari-hari setiap orang katolik dipanggil dan diutus Tuhan menjadi gembala yang baik dan murah hati. Seorang ayah (suami) dapat menjadi gembala yang baik kalau dia bertanggung jawab dalam keluarga, setia dalam perkawinan dan cinta yang tulus kepada isteri dan anak-anaknya. Seorang guru bisa menjadi gembala yang baik.kalau dia sungguh-sungguh mendidik, membimbing dan mengajarkan ilmu kepada para muridnya menjadi pribadi yang pandai dan memiliki budi pekerti yang baik. Demikian pula seorang pejabat bisa menjadi gembala yang baik kalau dia tidak korupsi dan menjalankan kuasanya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Apapun profesi dan pekerjaan seseorang kalau bertanggung jawab dan bertindak jujur dan adil maka akan terwujudlah dia menjadi gembala yang baik dan siap berkorban serta melayani banyak orang. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Tuhan Yesus ajarilah dan tuntunlah kami untuk menjadi gembala yang baik. Semoga kami tidak mudah tergoda.untuk mengejar kepentingan dan keselamatan diri pribadi. Semoga kami mau menerima apapun tugas dan profesi yang sedang kami jalankan ini.dengan penuh tanggung jawab demi kemuliaan nama-Mu. Doa ini kami panjatkan kepada-Mu demi KristusTuhan dan pengantara kami. Amin.Tuhan memberkati.
Penulis adalah Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta.

