BANYAK YANG MENDENGAR, TETAPI SEDIKIT YANG MELAKSANAKAN
Renungan Harian
Senin, 4 Mei 2026 Pekan Paskah V
Bacaan Injil: Yoh 14:21-26
Oleh: FA Adihendro
“Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku”.
(Yoh 14:23)
Saudari-saudara, yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Seseorang memberikan teka-teka demikian, “Apa persamaan dan perbedaan antara iblis dan umat beriman?” Suatu teka-teki sederhana, dan sangat mudah dijawab, bahkan oleh anak Sekolah Minggu pun. Namun ada jawaban yang lebih serius dari pada itu. Iblis dan umat beriman mempunyai persamaan yakni mendengarkan firman Tuhan. Iblis pun juga mengenal Firman Tuhan. Ketika di taman Firdus merekapun tahun ada peraturan-peraturan bahwa manusia boleh menguasai seluruh alam ciptaan, kecuali tidak boleh makan buah yang berada di tengah Taman, buah pengetahuan baik dan jahat. Iblis pun tahu itu. Dan hal ini nantinya dipakai untuk menjatuhkan manusia. Iblis pun tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah, yang turun dari Surga. Suatu ketika Yesus mengeluarkan setan-setan yang merasuki orang-orang, maka setan-setan itu keluar sambil berteriak “Engkau adalah Anak Allah!” (Luk 4:41). Meskipun iblis dan manusia (baca: umat beriman) mampu mendengarkan firman Tuhan, namun ada perbedaannya: iblis tidak mau melaksanakan firman Tuhan, tetapi umat Tuhan selain mampu mendengarkan firman Tuhan mereka juga mampu melaksanakannya.
Hanya sayangnya, banyak umat beriman yang berhenti pada mendengarkan firman Tuhan, tetapi sedikit yang mau melaksanakan (dengan segala konsekwensinya). Banyak orang hanya lincah memainkan jempolnya untuk memforward firman-firman Tuhan kepada teman-teman di grup WAnya, tetapi tidak pernah merenungkan, meresesapkan dan melaksanakannya. Banyak orang yang berhenti pada acara ritual mengikuti Misa Mingguan, namun kelakuan sehari-hari masih jauh dari pelaksanaan firman Tuhan. Banyak orang wasis memberikan kotbah mengenai firman Tuhan, tetapi hanya seperti “gajah diblangkoni, bisa kotbah tetapi gak bisa melakoni”. Banyak orang yang piawai membuat renungan dan tulisan-tulisan saleh mengupas isi firman Tuhan, tetapi tingkah lakunya jauh daripada tulisan saleh yang dibuatnya. Banyak orang yang hafal perikopa, ayat-ayat hingga detailnya, namun tindakan sehari-hariannya sering tidak konsekwen dengan apa yang dikatakan. Jadi, memang banyak orang yang mendengarkan firman Tuhan, tetapi sedikitlah orang yang mau melaksanakannya. Hanya orang-orang yang merasa terpanggil, dan pernah mengalami Yesus-lah, yang berusaha untuk melaksanakan firman Tuhan itu. Apa itu, “mengalami Yesus”?
Tuhan Yesus hari memberikan pedoman jelas, “Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku..,” (Yoh 4:21). Ada dua hal yang penting kira renungkan, yakni pertama: melaksanakan firman Tuhan. Bukan hanya mendengarkan. Dan dua, mengasihi Tuhan. Karena dengan mengasihi Yesus, Allah Bapa juga akan mengasihinya, dan Yesus pun juga mengasihinya. Orang yang mengasihi Tuhan, Yesus memberikan janji akan selalu menyatakan Diri-Nya dalam kehidupan orang itu.
Doa:
Tuhan Allah, Bapa yang maha bijaksana, jangan biarkan kami jatuh dalam dosa kemunafikan. Di depan berkata-kata suci, namun di belakang tingkah laku kami jauh dari perintah-perintah-Mu. Utuslah Roh Kudus-Mu, yang perkasa, untuk selalu mengingatkan kami akan sikap kesombongan rohani kami, yang sering membuat kami jatuh ke dalam dosa. Ampunilah akan kesalahan-kesalahan kami, sebab Tuhan Yesus telah lebih dahulu mengasihi kami, kini dan selamanya. Amin.

