PERMINTAAN YANG “SERAKAH”

PERMINTAAN YANG “SERAKAH”

Renungan Harian Tgl 27 Mei 2026

Injil : Markus 10 : 32 – 45

“Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi hukuman mati kepada-Nya. Tetapi sesudah tiga hari Ia akan bangkit (ayat 33 dan 34b).
“Namun hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Tempat itu untuk orang-orang yang telah ditentukan (ayat 40).
“Tidaklah demikian di antara kamu. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu (ayat 43). Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (ayat 45).

Ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

Pesan Injil Markus hari ini patut kita cermati dan mungkin kurang menarik bagi kita yang mau hidup sukses berkat.kedekatan dengan orang penting (pejabat, penguasa). Mengapa? Yesus sebagai Guru yang hebat, tenar, jelas terang benderang menggambarkan bagaimana Dia masuk Yerusalem lalu para pemimpin.Yahudi akan menangkap, menyiksa dan menghukum mati di salib. Penjelasan Yesus ini tidak ditangkap / dimengerti para rasul karena mereka punya bayangan Yesus akan menjadi Raja atau penguasa yang hebat sehingga.mereka bisa hidup serba enak dan mewah. Pemberitahuan penderitaan Yesus tidak digubris para rasul
Benar begitu?

Dua murid Yesus yakni Yakobus dan Yohanes memberikan tanggapan dengan keberanian dan kelancangan mengajukan permintaan langsung kepada Yesus untuk diberikan jabatan di lingkaran satu penguasa ketika kelak Yesus menjadi Raja yang mulia. Inilah permintaan yang super egois, serakah, hanya mengejar pangkat dan kedudukan duniawi. Mereka bukannya sedih, prihatin.bahwa Yesus akan wafat di salib. Permintaan kedua rasul ini membuat kesepuluh rasul yang lain marah. Menarik dalam situasi yang panas, Yesus mendinginkan suasana. Apa pesan Yesus selanjutnya?

Yesus memberikan pesan kepada para rasul supaya tidak meniru tindakan para pemimpin pemerintah atau pembesar yang memandang diri sebagai tuan atas rakyat dan bertindak sewenang-wenang (otoriter). Kepada para rasul Yesus mengingatkan untuk menjadi pemimlin (besar di antara kamu) maka harus menjadi pelayan. Untuk menjadi yang pertama maka dia harus menjadi hamba. Kekhasan kepimpinnan (“leadership”) kristiani mengacu pada keteladanan Yesus sebagai Anak Manusia yang datang bukan untuk.dilayani melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya untuk tebusan banyak orang. Menjadi pemimpin berarti siap menjadi pelayan dan mau berkorban bagi banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari kita menyaksikan dan merasakan bahwa jabatan atau menjadi penguasa justru dimanfaatkan untuk melanggengkan kekuasaan dan memperkaya diri. Kurang terlihat tindakan untuk mementingkan atau melayani rakyat. Semoga para pejabat katolik dapat menjadi teladan dalam menjalankan kuasa untuk kepentingan rakyat dan mau melayani rakyat dengan tulus ikhlas. Amin. Tuhan memberkati.

Doa : Tuhan Yesus, kami bersyukur atas bimbingan Roh Kudus yang menuntun dan mengajakan kami untuk mau bersikap jujur, rendah hati dan melayani dengan suka cita dalam menjalankan perutusan sebagai orangtua, guru, pengusaha, karyawan, pejabat atau profesi lainnya. Semoga hidup kami dapat menjadi kesaksian bagi orang lain dalam mewujudkan tanggung jawab dan melayani siapapun tanpa pamrih. Demi Kristus, Tuhan dan.pengantara kami. Amin.

Andre Sumariyatmo
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *