Jujurkah Aku Ini Orang Katolik Yang Murah hati?

Jujurkah Aku Ini Orang Katolik Yang Murah hati?

Renungan Senin, 02 Maret 2026

Injil Lukas 6 : 36 – 38

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati (ayat 36). Berilah dan kamu akan diberi : Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu” (ayat 38a).

Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

Dalam pendalaman iman di lingkungan saya tertarik pada sharing seorang ibu yang berprofesi sebagai guru SD. Beliau menceritakan ada satu murid yang dia perhatikan secara istimewa. Murid tersebut dari keluarga miskin. Bapaknya kerja sebagai Satpam RT. Ibunya kerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) harian. Murid tersebut termasuk siswa yang pandai. Maka dia sebagai guru sangat peduli dan membantu murid tersebut dengan membelikan banyak buku yang akhirnya membuat murid tersebut semakin tekun, disiplin, cerdas dan membawa nama.baik sekolah karena berhasil dalam berbagai lomba antar sekolah. Ibu guru tersebut merelakan gajinya untuk membantu murid tersebut dalam memenuhi kebutuhan mulai sepatu, baju seragam, peralatan sekolah dan buku pelajaran. Ibu tersebut menganggap muridnya ini seperti anaknya sendiri. ibu guru yang sungguh bermurah hati.

Injil hari ini mengajarkan bagaimana Tuhan Yesus menegaskan bahwa Allah itu sangat murah hati. Maka Tuhanpun menghendaki kita sebagai murid Kristus supaya bermurah hati. Maksudnya kita diharapkan lebih memperhatikan sesama yang sungguh membutuhkan pertolongan. Pertolongan yang menuntut ketulusan dan keikhlasan, tidak memiliki pamrih. Wujud bermurah hati ini diperlihatkan dengan 4 (empat) tindakan berikut ini :

Pertama : Jangan menghakimi. Kita perlu hati-hati dan tidak mudah mengadili orang lain. Kita perlu rendah hati, jangan merasa paling benar.

Kedua :Jangan menghukum. Kita perlu adil dan bijaksana. Jangan mudah menyalahkan orang lain.

Ketiga : Mengampuni. Semangat untuk melakukan perdamaian, rekonsiliasi. Tidak membalas dendam. Akur dan rukun kembali.

Keempat : Memberi. Apa yang kita miliki bukan kita simpan rapat-rapat. Tetapi justru kita lepaskan, ikhlaskan diberikan kepada orang lain yang sungguh membutuhkan pertolongan. Hindari sikap egois, sikap yang hanya mengutamakan kepentingan dan kesenangan pribadi saja.

Tuhan akan melihat bagaimanakah kita mewujudkan empat tindakan kemurahan hati tersebut. Apa yang kita jalankan sebagai ukuran tindakan kita pada orang lain ternyata menjadi ukuran Tuhan dalam memberikan balasan atau rahmat kepada kita. “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (ayat 38 b).

Marilah ibu bapak dan saudara-saudari terkasih, kita diutus Tuhan untuk menjadi orang-orang katolik yang memiliki semangat murah hati seperti Tuhan Yesus yang selalu murah hati untuk menolong, menyembuhkan dan mengampuni siapapun yang datang kepada-Nya. Amin. Tuhan memberkati.

Doa : Tuhan Yesus yang maha kasih dan murah hati, tuntunlah kami agar mampu bersikap rendah hati sehingga kami tidak mudah menghakimi dan menghukum orang lain. Ajarilah kami untuk belajar mengampuni kesalahan orang lain dan mudah memberi perhatian dan pertolongan kepada orang yang sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan memberkati.

Andre Sumariyatmo
Aktivis Paroki Pejompingan – Jakarta Pusat.

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *