TERANG MENGHALAU KEGELAPAN
Renungan Harian
Rabu, 15 April 2026 Pekan II Paskah
Bacaan Injil: Yoh 3:16-21
Oleh: FA Adihendro
“Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan”,
Sabda Tuhan (Yoh 3:19)
Saudari-saudara, yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Pagi itu, seorang dosen yang tidak percaya akan adanya Tuhan, berkata lantang kepada para mahasiswanya, “Allah itu tidak ada! Kalau benar-benar dia ada, pastilah tidak ada kejahatan di muka bumi ini. Karena kalau dia ada, dia bisa membuat apa saja. Termasuk meniadakan kejahatan di muka bumi ini!”. Para mahasiwa tercengang. Masuk akal juga pendapat Pak Dosen.
Tetapi tetiba ada seorang mahasiswa mengacungkan tangannya, untuk mengajukan sanggahannya, “Pak Dosen, kalau mengikuti logika Pak Dosen, berarti sesungguhnya gelap itu tidak ada!” “Salah!”, kata Pak Dosen, “Di dunia ini selalu ada gelap dan ada terang, selalu ada panas dan ada dingin!” Itulah dualism abadi!. Tetapi mahasiswa itu berkata lagi, “Pak Dosen salah lagi!. Gelap itu ada karena ketiadaan terang! Dan dingin itu ada karena ketiadaan panas!”. Semua mahasiwa yang hadir terdiam. Merenungkan perdebatan ini. Dan ternyata Pak Dosen tidak bisa menyangkal pendapat mahasiswanya.
Bacaan Injil hari ini, yang ditulis oleh Santo Yohanes, jelas-jelas mengatakan bahwa dunia sedang tidak-baik-baik saja. Dunia dalam kegelapan dan membutuhkan terang. Dan oleh kasih-Nya yang besar, Allah mengutus Putra-Nya menjadi Sang Terang itu. “Terang telah datang ke dunia.” Tetapi manusia tidak menerima Terang itu, karena manusia pada dasarnya lebih menyukai kegelapan dari pada terang (Yoh 3:19).
Penggalan terakhir ayat ini sangat menarik:”tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang”, artinya manusia lebih menyukai tindakan-tindakan jahat daripada kebaikan. Jahat itu nikmat, katanya. Coba siapa yang tidak suka mendapatkan uang miliaran tanpa kerja sama sekali? Tetapi itu namanya korupsi! Siapa yang tidak suka mempunyai mobil mewah, rumah besar di kota, perusahaaan di mana-mana, dan ke mana-mana dikawal banyak orang?? Tetapi itu adalah hasil mengotak-atik anggaran dan Budget Negara!
Sangat sedikit orang yang mau mengorbankan dirinya –pikiran, materi, tenaga, waktu– untuk membantu orang-orang kecil, lemah, tersingkir, terangsing dan difabel. Karena pengorbanan tidak ada yang menyenangkan! Tetapi Yesus datang memberikan teladan dan contoh konkrit pengorbanan itu, sehabis-habisnya, yakni sengsara, dan wafat di kayu salib. Kedatangan Yesus bukan untuk menghakimi, melainkan agar manusia yang hidup dalam kegelapan memperoleh keselamatan, asal mau bertobat.
Terang itu hadir, tetapi manusia bisa memilih untuk tetap tinggal dalam kegelapan, atau datang kepada sang Terang. Hidup dalam terang berarti membiarkan kasih Allah nyata dalam perbuatan kita. Maukah kita?
Doa:
Allah, Bapa yang mahakasih,
ampunilah kami apabila kami masih menyukai kegelapan dosa-dosa kami. Jangan biarkan kami terjerumus ke dalam lobang kegalapan yang lebih dalam. Namun, datanglah, ulurkanlah Tangan-Mu untuk membawa kami kepada pertobatan yang sejati, karena Kristus Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

