Allah dengan Setia Menggenapi Janji-Nya
RABU, 24 JUNI 2026
Lukas 1:57-66, 80
Allah dengan setia menggenapi janji-Nya
Pernah nggak, kita bikin janji yang akhirnya lupa sendiri? Malam hari bilang, “Besok saya mau bangun jam 5 pagi, olahraga, lalu baca buku.” Besoknya jam 5 pagi datang… kita malah bilang, “Tuhan, terima kasih untuk kasur yang nyaman ini.” Lalu lanjut tidur.
Manusia memang sering lupa janji. Kadang kita berjanji kepada teman, kepada keluarga, bahkan kepada diri sendiri, lalu tidak terlaksana. Tapi kabar baik dari Lukas 1:57–66, 80 adalah: Allah tidak seperti kita. Allah setia menggenapi janji-Nya.
Lihat saja kisah Elisabet dan Zakharia. Mereka sudah menunggu begitu lama untuk memiliki anak. Kalau zaman sekarang mungkin tetangga sudah bertanya setiap minggu, “Jadi kapan?” Pertanyaan yang kadang lebih rajin datang daripada paket belanja online.
Namun Allah bekerja pada waktu-Nya. Ketika anak itu lahir, orang-orang sekitar punya banyak pendapat. Memang begitu, ya. Kadang saat Tuhan sedang bekerja, selalu ada orang yang merasa menjadi anggota panitia pengarah kehidupan kita.
Tetapi Zakharia dan Elisabet tetap taat kepada kehendak Allah. Mereka memberi nama anak itu Yohanes, sesuai dengan yang telah Tuhan perintahkan. Menariknya, setelah Zakharia taat, ia kembali dapat berbicara. Ini mengingatkan kita bahwa ketaatan sering membuka jalan bagi karya Allah yang lebih besar.
Kadang kita juga seperti Zakharia. Tuhan sudah memberi petunjuk, tetapi kita masih berkata, “Tuhan, apa ada pilihan lain yang lebih sesuai dengan rencana saya?” Seolah-olah kita sedang bernegosiasi dengan Pencipta alam semesta.
Lalu Yohanes bertumbuh dan dipersiapkan Tuhan untuk tugas yang besar. Ini mengajarkan bahwa Allah tidak hanya memberi panggilan, tetapi juga mempersiapkan orang yang dipanggil-Nya. Syukurlah begitu. Bayangkan kalau Tuhan memanggil kita tanpa persiapan. Itu seperti disuruh mengemudikan pesawat setelah hanya menonton video tutorial lima menit.
Karena itu, ketika kita merasa sedang menunggu, sedang diproses, atau belum melihat hasil dari doa-doa kita, ingatlah bahwa Allah tidak pernah terlambat. Ia setia pada janji-Nya dan terus mempersiapkan kita untuk rencana-Nya. Tugas kita bukan mengetahui semua detail masa depan, melainkan tetap percaya dan taat hari ini.
Jadi, kalau ada yang bisa kita pelajari dari kisah ini: jangan ukur kesetiaan Allah dengan jam tangan kita. Allah selalu tepat waktu, bahkan ketika menurut kita jadwal-Nya terlihat sangat berbeda dari jadwal kita.
Doa.
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang setia menggenapi janji-Mu. Ajarlah kami untuk tetap percaya dan taat kepada kehendak-Mu, serta bersedia dipersiapkan untuk melaksanakan rencana-Mu dalam hidup kami. Pakailah kami menjadi alat bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin
Jakarta, 24 Juni 2026
Ansgarius Hari 45 Wijaya

