“JANGAN TAKUT!”, SUATU BISIKAN PEMBANGKIT HARAPAN
Renungan Harian
VIGILI PASKAH, Sabtu 4 Maret 2026
Bacaan Injil: Matius 28:1-10
Oleh: FA Adihendro
SECARA liturgis, hari Sabtu Vigili Paskah ini adalah puncak dari Pekan Suci, suatu pekan yang bagi kita adalah hari-hari penuh drama, yang mengaduk-aduk rasa dan jiwa. Mulai dari Minggu Palma kita sudah dihadirkan suatu drama dalam satu episode kalamana Yesus dielu-elukan bak seorang raja yang memasuki kota Yerusalem dengan sorak-sorak sorai “Hosana!” namun sebentar kemudian dinarasikan suatu passio Sengsara Tuhan. Suatu tegangan antara kegembiraan dan kesedihan! Kemudian kita memasuki hari Kamis Putih, suatu perjamuan yang seharusnya penuh kehangatan makan bersama dengan Tuhan yang penuh cinta kasih sebagai seorang Sahabat, namun menjadi drama duka cita: Yesus harus menyerahkan nyawa-Nya, karena pengkhianatan Yudas Iskariot. Suatu tegangan yang begitu dalam antara perjamuan bersama dengan penyerahan diri sedalam-dalamnya. Keesokan harinya, Jumat Agung, menjadi bukti apa yang dikatakan Yesus. Bukan hanya dalam ajaran tetapi juga Ia perbuatan: menyerahkan Diri, ditangkap, dijatuhi hukuman mati yang tidak adil, dihina, disiksa, diturunkan sehina-hinanya, disalibkan dan mati. Inilah puncak ketegangan hidup manusia, tenggelam dalam situasi yang paling gelap!
Namun, pada hari Sabtu malam ini, yang kita kenal sebagai malam Vigili Paskah, kita mendengar suatu bisikan halus yang memberikan secercah harapan: JANGAN TAKUT ! dalam Bacaan Injil Matius 28:1-10.
Upacara malam Vigili Paskah sudah sedemikian rupa menuntun kita meresapkan bisikan halus itu. Mulai dengan Liturgi Cahaya, ketika kegelapan malam hanya diterangi lilin-lilin kecil bernyala, kemudian dilantunkan madah yang menyatakan kehadiran Yesus Kristus “Cahaya Kristus”, seolah-olah ingin mengabarkan kepada kita, dalam kegelapan hati, jangan menjadi merasa takut karenaYesus Kristus selalu hadir, walau nampak dalam bisikan lembut bagaikan cahaya lilin-lilin kecil dalam kegelapan malam.
Tak ada seorang manusia pun yang bisa luput dari pengalaman hidup yang gelap dan kelam. Entah merupakan pengalaman yang berat berupa penyakit yang tak tersembuhkan, kegagalan dalam membina rumah tangga, jatuh dalam karier pekerjaan, terjerat hutang yang melilit, ditinggalkan oleh kekasih yang tak mungkin kembali; juga pengalaman-pengalaman yang lain seperti tidak lulus dalam ujian masuk sekolah, merasa dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh pasangan, diasingkan oleh orang-orang yang dicintainya, hidup dalam kemiskinan ekonomi, dan lain sebagainya. Itulah contoh pengalaman hidup gelap dan kelam manusia.
Demikian juga yang dialami para rasul dan murid-murid Yesus ketika Yesus mati di kayu salib, dan dimasukkan dalam kubur. Mereka takut dan putus asa. Masa depan tidak jelas. Pegangan hidupnya lepas. Dalam situasi demikian, malaikat Tuhan membisikan pesan ilahi JANGAN TAKUT! disertai dengan harapan: mereka akan menjumpai Yesus yang sudah bangkit di Galilea. Ketika mereka masih bimbang apakah hal itu nyata dan benar, sekali lagi Yesus hadir, menguatkan mereka dan berkata, “JANGAN TAKUT!’ Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilia, dan di sanalah mereka akan melihat Aku” (ayat 10).
Pesan JANGAN TAKUT tidak hanya pada malam vigili Paskah saja. Ketika Bunda Maria menerima kabar gembira akan mengandung dari Roh Kudus, ia merasa bimbang dan ragu, antara gembira dan bingung, maka kata malaikat utusan Allah, “JANGAN TAKUT!”, yang membuat akhirnya Bunda Maria mengatakan “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkatakaanmu itu:. Ketika perahu murid-murid Yesus dilanda badai dan angin topan, dan mereka meminta pertolongan kepada Yesus dan Yesus mengatakan”JANGAN TAKUT!”, dan angin topan pun reda.
Oleh sebab itu, kita sebagai umat beriman tidak perlu merasa khawatir dan takut akan situasi apapun dalam hidup ini, sejauh kita tetap melibatkan Tuhan dalam hidup kita.
Doa singkat:
Tuhan, Allah Bapa yang Baik, kami percaya bahwa Engkau menghendaki kami tidak takut menjalani kehidupan ini, asalkan tetap menaruh percaya bahwa Yesus Kristus akan menyertai hidup kami. Maka tambahkanlah iman kepada kami, agar selalu bisa melihat jejak-jejak karya Tuhan dalam setiap pengalaman dan peristiwa hidup yang kami jalani. Demi Kristus, Tuhan dan Sabahat kami. Amin.

