EKARISTI TANDA NYATA KEHADIRAN TUHAN
Oleh: FA Adihendro
Renungan Harian
Selasa, 21 April 2026 Pekan III Paskah
Bacaan Injil: Yoh 6:30-35
Oleh: FA Adihendro
Kata orang banyak kepada Yesus, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu,” (Yoh 6:30)
Saudari-Saudara, yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Ketika melihat Bu Santi selalu rajin bangun pagi mengikuti misa harian di Kapel dekat rumahnya, banyak orang mencibirkan bibirnya, “Dia memang tidak punya pekerjaan…”, sebagian malah nyinyir, “Dia merasa sok suci, biar kelihatan saleh..” Dan lain sebagainya.
Sebenarnya, bukan Bu Santi, melainkan adanya Perayaan Ekaristi setiap hari di Kapel itu yang menjadi tanda ilahi, suatu misteri kehadiran Tuhan, yang tidak setiap orang bisa melihat. Banyak orang melihat bahwa Perayaan Ekaristi adalah hanya semacam aktivitas gerejani sehari-hari. Tidak ada yang istimewa. Bahkan melihat segelintir orang yang menghadiri misa harian itu– sebagian besar orang-orang yang sudah lanjut usia– sebagai orang yang tidak ada pekerjaan pagi, sekadar mengisi waktu. Mereka membutuhkan tanda nyata, apa bukti kehadiran Yesus dalam aktivitas pagi itu. Apakah orang-orang yang rajin mengikuti misa pagi itu menjadi lebih suci? Kayaknya tidak! Setiap hari mereka juga masih sering marah kepada anak-anaknya, mereka juga masih kelihatan ngrumpi di dekat tukang sayur, mereka juga masih menolak pengemis yang datang ke rumahnya. Lalu, apa tandanya?
Banyak orang hanya mencari tanda-tanda yang kelihatan nyata. Tetapi tidak melihat hal yang tidak kelihatan. Yakni bahwa Ekristi adalah menjadi kehendak dari Yesus sendiri,”Perbuatlah ini sebagai kenangan akan Daku”. Maka ketika melakukan perayaan Ekaristi, seorang Imam akan mengenangkan kembali akan misteri penyelamatan Tuhan. Mengenangkan bukan hanya sekedar mengingat, melainkan menghadirkan kembali peristiwa penyelamatan itu. Dalam konsekrasi, Imam secara transubstansiasi (mengatasi substansinya) menghadirkan Yesus kembali, mengingatkan kepada umat beriman bahwa Yesus Kristus selalu hadir dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ekaristi inilah tandanya.
Apabila kita menghadiri Ekaristi, entah harian atau mingguan,apakah sungguh bisa merasakan kehadiran Tuhan itu? Atau, hanya hadir sekadar memenuhi kewajiban sebagai umat beriman? Kita sering mencari-cari alasan, entah kesibukan, tidak punya waktu, tidak bisa bangun pagi..,sehingga melupakan hal yang terpenting dalam hidup ini,yaitu Yesus sendiri. Ia berkata, “Akulah Roti hidup. Siapa datang kepada-Ku tidak akan lapar, siapa percaya tidak akan haus.” Dalam Ekaristi, Yesus bukan hanya memberikan tanda, melainkan kepenuhan sejati dari Sabda-Nya sendiri. Apakah kita sungguh menjadikan Dia sebagai santapan rohani kita sehari-hari?
Doa: Bapa, Allah yang maha kasih dan maha murah, ampunilah kami yang masih terbelenggu oleh nafsu egoisme dan mementingkan diri sendiri, sehingga tidak mampu melihat tanda-tanda yang Engkau berikan kepada kami setiap harinya. Bimbinglah kami dengan Roh Kudus-Mu, agar mampu peka dan melihat kehadiran-Mu dalam peristiwa hidup kami sehari-hari yang bertebaran di sekitar kami. Demi Kristus, Tuhan dan Junjungan kami. Amin.

