LAKUKAN SAJA, MAKA KITA AKAN TERPESONA DAN PERCAYA

LAKUKAN SAJA, MAKA KITA AKAN TERPESONA DAN PERCAYA

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian

Kamis, 4 September 2025:

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon.

Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Luk 5:1-11)

Konteks bacaan Injil hari ini adalah Yesus memanggil murid-muridNya. Yang menarik dalam proses panggilan Simon Petrus, ada 4 tahapan: ketidak-percayaan, ketidak-berdayaan, keterpesonaan, dan kerelaan mengikuti Yesus.

  • Simon Petrus sangat percaya diri sebagai seorang nelayan yang ahli, trampil di bidangnya. Dia tidak percaya dan meremehkan Yesus yang adalah anak tukang kayu itu, masakan lebih tahu tentang kondisi air laut yang banyak ikannya.
  • Simon Petrus telah dibenturkan pada ketidakberdayaan, sepanjang malam dia bekerja keras namun tidak menangkap ikan sedikit pun. Maka dia melakukan perintah Yesus, meskipun hanya asal-asalan saja.
  • Simon Petrus dihadapkan pada mukjizat, keanehan. Dia terheran-heran, terpesona, karena mendapatkan ikan begitu banyaknya, sampai kapalnya hampir tenggelam.
  • Simon Petrus merasa bersalah, maka mohon ampun, sudah meremehkan Yesus. Justru ini menunjukkan bahwa Simon rela mengikuti Yesus sebagai muridNya. Apalagi ketika Yesus mengatakan bahwa dia akan dilatih menjadi nelayan yang luarbiasa, tidak hanya menjala ikan, namun juga menjala manusia.

Sering kali kita dihadapkan pada ketidak-berdayaan, padahal kita sudah bersusah payah, bekerja keras sekuat tenaga, dengan seluruh kemampuan  dan ketrampilan yang kita miliki. Saat itu biasanya terdengar suara dalam hati kita, agar kita lakukan sesuatu “yang lebih dalam”. Artinya, yang lebih bermakna, lebih bermanfaat bagi orang banyak dan lebih berjangka panjang. Jadi prioritas bukan lagi menyelesaikan problem kita saat ini, melainkan membuat sistem, untuk menyelesaikan problem yang lebih besar lagi. Bukankah itu lebih bermakna dan lebih bermanfaat bagi orang banyak?

Marilah berdoa,

Ya Yesus, meski Engkau hanya anak seorang tukang kayu, namun kami percaya, bahwa Engkau Putera Allah, yang mahatahu dan mahakuasa. Engkau tahu kapan kami terbentur pada permasalahan kami sendiri, Engkau pun mampu untuk membantu kami menyelesaikan permasalahan itu.

Ajarilah kami untuk rendah hati, selalu menyadari kehadiran Roh Kudus-Mu, agar menguatkan kami, melatih kami, memampukan kami, untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih banyak lagi, demi kesejahteraan hidup bersama di dunia ini. Amin.

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *