KELUARGA ALLAH

KELUARGA ALLAH

Renungan Harian

Selasa, 23 September 2025

Oleh Widyanto Setyawan Wijaya

“Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya” (Luk 8:19-21).

Selamat pagi saudara-saudari pembaca sekalian,

Ada cerita rakyat dari Jawa bagian Timur daerah Blambangan. Tersebar suatu penyakit yang melanda masyarakat di sana, termasuk di antaranya Dewi Sekardadu, puteri raja Menak Sembuyu. Sang raja berusaha menyembuhkan penyakit puterinya dengan memanggil para dukun dan ahli-ahli pengobatan, namun usahanya tidak berhasil. Lalu sang raja mengadakan sayembara dengan mengumumkan jika orang berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Jika laki-laki akan dinikahkan dengan Dewi Sekardadu dan akan diberikan separuh dari kekuasaan kerajaan Blambangan serta akan dijadikan raja muda.

Ada seorang pertapa yang bernama Syeikh Maulana Ishaq yang bersedia menolong dengan memanjatkan doa kepada Allah Yang Maha Kuasa dan doanya terkabul, sehingga Dewi Sekardadu sembuh dari penyakitnya. Akhirnya Syeikh Maulana Ishaq dinikahkan dengan Dewi Sekardadu dan menjadi raja muda Blambangan dengan gelar Prabu Anom (Cerita Dewi Sekardadu).Cerita tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya rakyat biasa menjadi keluarga kerajaan.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengatakan “Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya” (Luk 8:19-21). Hal ini terkesan kontradiktif dengan sayembara dalam cerita rakyat di atas. Untuk menjadi saudara Tuhan Yesus atau keluarga kerajaan Allah tidak perlu syarat yang sulit, hanyalah perlu kesediaan mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah.

Hal ini menunjukkan kemurahan ilahi yang sangat besar kepada manusia. Allah membuka pintu selebar-lebarnya kepada manusia untuk dapat memasuki pintu gerbang dan menjadi keluarga kerajaan Allah. Ajakan dan tawaran yang sangat luar biasa ini hendaknya tidak kita sia-siakan. Marilah kita semua menyambut kerahiman ilahi ini dengan antusias dan semakin rajin mendengarkan serta melaksanakan sabda Allah.

        Berkah Dalem Gusti.

Widyanto Setiawan Wijaya

Penulis adalah mantan anggota kongregasi MSF, mantan dosen Fakultas Tehnik Sipil Universitas Bhayangkara Surabaya, konsultan dan kontraktor bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *