Bahagia yang Penuh

Bahagia yang Penuh

Renungan Harian

Sabtu, 11 Oktober 2025

Oleh FA Adihendro

Lukas 11: 27-28

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya”. (Lukas 11:27-28)

TERNYATA kebahagiaan manusia itu ada tiga tingkatan. Tingkatan pertama, yang bersifat duniawi yakni ketika orang mendapat kesuksesan dalam karir, rejeki yang banyak, naik jabatan, bisa jalan-jalan ke luar negeri, dll. Kebahagiaan semacam ini bersifat fana, apabila tidak terpenuhi akan mendatangkan kekecewaan yang mendalam. Bahkan bisa mendatangkan frustasi. Kebahagiaan tingkatan kedua lebih menyentuh jiwani, misalnya: sebagaimana diteriakkan oleh seorang perempuan yang sangat kagum ketika melihat Yesus, “Berbahagialah ibu yang mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” (ay 27). Tetapi kebahagiaan pada tingkatan ini juga terbatas,yakni bersyarat sejauh ibu yang menyusui itu sehat dan air susunya mengalir lancar. Bilamana hal itu tidak terpenuhi maka kebahagiaan itu tidak lengkap. Yesus menawarkan kebahagiaan pada tingkatan yang tertinggi, yang bersifat spiritual dan kekal, yakni kebahagiaan bagi mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.

Ada dua hal yang disampaikan oleh Yesus, pertama: mendengarkan firman Allah dan kedua, memeliharanya. “Mendengarkan” berbeda dengan “mendengar”. Mendengarkan lebih aktif. Ketika mendengarkan Firman Tuhan, seseorang diminta untuk secara aktif mencari, memperhatikan dan menyerap firman itu. Bukan sekedar mendengar firman yang dibacakan di mimbar-mimbar Gereja sambil terkantuk-kantuk. Namun sebagaimana dikatakan pemazmur, “Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu!” (Maz 34:9). Mendengarkan Sabda Tuhan artinya mengecap batapa sedapnya Tuhan, mengunyah firman-Nya sehingga menjadi santapan jiwa yang  membuat tidak lapar lagi. Kebanyakan dari kita ketika membaca Firman Tuhan dalam Kitab Suci lalu berhenti karena, “Ah, sudah tahu ceritanya!”. Tidak merenungkan dan mengolahnya betapa baiknya Tuhan itu.

Aspek kedua yang disampaikan oleh Yesus adalah “memeliharanya” (firman itu). Kata yang dipakai oleh Yesus untuk memeliharanya itu adalah “custodiare” (Latin) yang artinya menjaga, merawat, mengamankan, mengamalkan dan menjujung tinggi. Lebih dalam arti  “merawat dengan hati” jangan sampai tercemar bak harta yang tak ternilaikan (lihat Luk 13:44), dan menjaga serta “memanfaatkan” sehingga bisa berbuah rohani yang lebat dan berlipat-lipat (lihat Mat 13:23). Apakah hari ini aku sudah mendengarkan Firman Allah dan memeliharanya?

Doa:

Tuhan yang mahabaik, Buatlah kami pantas untuk mendengarkan sabda-Mu dan memeliharanya, sehingga bisa bertumbuh baik dalam hidupku dan berbuah Berkah bagi banyak orang. Amin.

FA Adihendro

Pemerhati hidup rohani

FA Adihendro

One thought on “Bahagia yang Penuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *