Tulus Memberi dan Melayani

Tulus Memberi dan Melayani

Renungan Harian

Senin, 3 November 2025

Oleh M. Unggul Prabowo

Bacaan Misa : Rm. 11:29-36;  Luk. 14:12-14

Rasul Paulus menegaskan bahwa karunia dan panggilan Allah tidak dapat ditarik kembali. Allah tetap setia, meski manusia sering tidak setia. Allah murah hati dan penuh belas kasih, bahkan kepada mereka yang menolak-Nya. Kemurahan hati Allah melampaui logika manusia, dan semuanya bermuara pada satu tujuan: kemuliaan Allah yang kekal.

Sedangkan Penginjil Lukas mengisahkan, bahwa Tuhan Yesus mengajak kita untuk meneladani kemurahan hati Allah. Yesus mengajar agar kita memberi tanpa mengharapkan balasan. Ketika mengadakan perjamuan, kita diajak untuk mengundang mereka yang tidak mampu membalas: orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta. Tindakan ini mencerminkan kasih yang murni, kasih yang tidak bersyarat—seperti kasih Allah kepada kita.

Bacaan Pertama dan Bacaan Injil saling melengkapi. Paulus mengajak kita untuk menyadari betapa besar dan tak terselami kasih Allah, sementara Yesus mengajak kita untuk mewujudkan kasih itu dalam tindakan nyata. Ketika kita memberi tanpa pamrih, kita memuliakan Allah. Ketika kita mengasihi tanpa syarat, kita menjadi saluran kemurahan hati-Nya.

Hari ini kita ditanya: Apakah kasih kita mencerminkan kasih Allah? Apakah tindakan kita memuliakan-Nya? Apakah kita mau belajar memberi dengan makin tulus, melayani tanpa mengharap balasan, dan hidup demi kemuliaan Allah?

Doa : Allah Bapa di Surga, curahkanlah Roh Kudus-Mu untuk mengajari kami memberi dengan tulus dan mengasihi tanpa syarat. Semoga hidup kami memuliakan Engkau dalam segala hal, demi Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.†

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *