Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan

Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan

Oleh M. Unggul Prabowo

Renungan hari Selasa, 2 Desember 2025

Inspirasi Injil Lukas 10: 21-24

“Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat,” Lukas 10:23

Para sedulur yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.,

Dalam Injil Lukas 10:21–24, Yesus bersukacita dalam Roh Kudus dan memuji Bapa karena Ia menyatakan rahmat-Nya kepada “orang kecil.” Lalu Yesus menegaskan bahwa para murid berbahagia karena mereka melihat dan mengalami apa yang tidak semua orang lihat. Pesan ini selaras dengan arah dasar Keuskupan Agung Semarang:  Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.

Pertama-tama, Injil hari ini mengajak kita  “hidup sebagai pribadi yang Bahagia”. Tuhan Yesus bersukacita karena karya Bapa tampak dalam hal-hal sederhana. Kebahagiaan tidak harus ditemukan dalam hal besar, tetapi dalam kesadaran sederhana bahwa Tuhan memelihara hidup kita setiap hari. Ketika kita bangun dengan tubuh yang sehat, ketika kita masih memiliki kesempatan untuk mencintai keluarga, bekerja dengan tenang, dan menikmati rezeki yang cukup, itu sudah menjadi alasan kuat untuk berbahagia. Kita berbahagia bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena kita yakin Tuhan hadir dalam setiap langkah.

Kedua, kita diajak menjadi pribadi yang  menginspirasi. Yesus menyebutkan bahwa banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang para murid lihat. Artinya, pengalaman iman bukan hanya untuk disimpan, tetapi dibagikan. Dalam pemeliharaan Tuhan, melalui kesehatan, anugerah kehidupan, dan rezeki, kita menemukan kekuatan untuk menjadi inspirasi bagi sesama. Ketika kita tetap bersyukur di tengah keterbatasan, ketika kita membantu yang lemah, ketika kita menghibur yang berduka, kita sedang menghadirkan terang Tuhan bagi orang lain. Orang sederhana dapat menggerakkan perubahan besar, karena Roh Kudus bekerja melalui hati yang rendah dan tulus.

Ketiga, arah dasar KAS mengajak kita mewujudkan hidup yang menyejahterakan. Pemeliharaan Tuhan bukan hanya dinikmati untuk diri sendiri, tetapi menjadi dasar untuk berbagi. Rezeki yang kita terima,kecil atau besar; menjadi kesempatan untuk menyejahterakan: menolong tetangga, berbagi makanan, meringankan beban keluarga, atau sekadar memberi perhatian. Sejahtera bukan hanya perkara ekonomi, tetapi suasana hidup yang penuh damai karena kasih Tuhan hadir melalui kita.

Allah menyingkapkan rahmat-Nya kepada “orang kecil.” Kita juga diajak bersikap rendah hati, bersyukur atas kesehatan dan rahmat kehidupan, agar peka terhadap kebutuhan sesama. Ketika kita menghidupi ketiga nilai dasar ini, bahagia, menginspirasi, menyejahterakan, maka kita benar-benar menjadi murid Kristus yang menghadirkan Kerajaan Allah di tengah masyarakat.

Doa: † Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kesehatan, kehidupan, dan rezeki yang Engkau berikan setiap hari. Jadikan kami pribadi yang bahagia dalam pemeliharaan-Mu, yang mampu menginspirasi sesama, dan membawa kesejahteraan bagi lingkungan kami. Semoga melalui hidup kami, kasih-Mu semakin nyata bagi dunia. Amin. †

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *