YOHANES DATANG MENYIAPKAN KEDATANGAN TUHAN
Oleh: Thomas Suhardjono
Renungan Harian, Jumat, 19 Desember 2025:
1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” 1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” 1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya” (Luk 1:5-20).
Pengalaman Zakharia ini persis seperti yang dialami oleh Maria di Galilea Nazareth, yang juga didatangi malaikat Gabriel, diberi kabar sukacita akan kedatangan Tuhan (Luk 1:26-38). Keduanya mengalami penampakan malaikat yang sama. Zakharia menerima kabar sukacita tentang kedatangan Yohanes, Maria menerima kabar sukacita tentang kedatangan Yesus. Keduanya berurutan, karena Yohanes diutus untuk mempersiapkan kedatangan Yesus.
Pembedaan Roh dan Pertobatan
Yang menarik adalah keduanya, baik Zakharia maupun Maria, “merasa tidak pantas” dan dipandang oleh Allah “meragukan kuasa Allah”. Maka Allah “menghukum” mereka. Zakharia menjadi bisu. Namun Maria tidak “dihukum bisu” melainkan diminta berziarah mengunjungi Elisabeth saudaranya. Mungkin perintah Allah ini seperti “penitensi”, kalau kita berada di kamar pengakuan dosa. Keduanya menerima perintah dengan penuh ketaatan, seperti kata Maria, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”. Dengan melaksanakan “hukuman” itu, akhirnya mereka membuktikan kebenaran kuasa Allah. Pengalaman Zakharia dan Maria ini menggambarkan kesulitan memahami rencana keselamatan Allah, sulitnya membedakan suara Allah dan logika rasional manusia, sulitnya discretio spirituum, pembedaan Roh. Dengarkan suara hati, ikuti saja, maka Allah akan menunjukkan kuasaNya.
Hal menarik yang kedua, Yohanes itu akan datang untuk menyiapkan kedatangan Yesus. Yohanes akan “dikhususkan”, tidak minum anggur atau minuman keras, disucikan. Yohanes ditugaskan untuk mempertobatkan bangsa Israel berbalik kepada Tuhan, rekonsiliasi orangtua dengan anaknya, orang durhaka dikembalikan ke jalan yang benar; sehingga bangsa Israel “layak” menyambut kedatangan Yesus, Putera Allah. Kehidupan Yohanes dikuasai oleh Roh Elia, nabi besar Perjanjian Lama zaman raja Ahab (abad 9 SM), yang setia kepada Allah, berhasil menunjukkan kebesaran Allah di gunung Karmel, dengan mengalahkan raja dan nabi palsu penyembah dewa Baal. Maka Yohanes berani menentang penguasa dunia, sampai dipenjara dan dipenggal kepalanya oleh raja Herodes. Kita disadarkan, pada saat menjelang Hari Natal kedatangan Tuhan, sudahkah kita ikut pertobatan Yohanes? Membalikkan pemikiran kita yang selama ini salah? Menundukkan diri hanya kepada kuasa Allah?
Marilah berdoa,
Allah yang maha kuasa,
Engkau telah mengutus Yohanes melalui keluarga Zakharia dan Elisabeth, untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus PuteraMu. Ajarilah kami untuk berani bertobat, meninggalkan kebiasaan buruk kami, tidak lagi hanya mementingkan diri sendiri, melainkan rela berbagi untuk Gereja dan sesama.
Allah yang maha kuasa,
Engkau telah memilih Zakharia dan Maria, menjadi sarana kedatangan para utusan-Mu di dunia. Semoga kami pun semakin taat dan setia kepada-Mu, sehingga kami pun mampu menjadi hamba-Mu yang sejati, siap menjadi saluran rahmat dan berkat bagi keluarga, Gereja dan sesama kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

