Jual Rumah Bikin Sekolah

Jual Rumah Bikin Sekolah

Serial 12 (selesai)
MENJADI GURU BIASA SAJA

Untuk mendirikan sekolah formal harus memenuhi persyaratan- persyaratan : lahan minimal seluas 500m2, bangunan dengan ruang- ruang kelas, kantor, ruang guru, kamar mandi, dll. Syarat administratif berupa Yayasan yang didaftarkan ke Kemenhumham, IMB sekolah lengkap dengan Amdal, baru bisa mengajukan Ijin Operasional ke Diknas Kabupaten. Ini berarti butuh dana cukup besar untuk sarana dan prasarana, dan nyali yang gigih untuk memperoleh perijinan ( padahal aku orang yang pobia birokrasi).
Hitung- hitung uang simpanan masih jauh dari cukup, bahkan anak baru senang-senangnys bisa beli mobil seken dari gajinya merelakan mobil dijual lagi, masih jauh. Satu-satunya aset ya rumah yang kami tinggali. Waktu kusampaikan rencanaku mau buka sekolah kepada kakak- kakak ipar ( ngarep bisa dibantu), komentarnya,” Biasanya orang itu kaya dulu baru bikin sekolah seperti konglomerat Ciputra, James Riady. Ini kog terbalik?”. Jawabku enteng,” Kalau orang punya mobil mewah,rumah bagus, sudah biasa,tetapi orang punya sekolah hanya bisa dihitung dengan jari…” Akhirnya aku ” dibantu” kakak ipar, rumahku dibeli dan diberi kesempatan untuk tetap ditinggali maksimum 5 tahun (syukur baru 3 tahun aku sudah bisa nebus lagi).
Dengan kegigihan, terutama istri yang jago melobi, semua rintangan perijinan bisa ditembus. Dengan keterbatasan dana, kontraktor minta biaya yang jumlahnya jauh di atas dana yg kumiliki ,sampai akhirnya aku lihat dan terinspirasi ada orang bangun gudang dengan konstruksi baja, berupa kotak persegi panjang dengan atap spandek dan tiang- tiang baja. Kudekati kontraktornya untuk menanyakan biaya. Rupanya danaku masuk, tetapi hanya konstruksi baja saja dengan ukuran 10 x 20 meter. Yang penting bisa mulai dengan cepat. Setelah jadi kerangka baja, bagaimana disekat- sekat tembok agar menjadi ruang- ruang kelas. Akhirnya jadi 5 ruang kelas dan satu kantor nyambung ruang tamu, dan depan ditambah lobi. Gedung sekolah rasa “hotel ” dengan biaya murah. Untuk menambah tampilan “elit”, ruang kelas didekor semenarik mungkin plus pasang AC bekas. Layak dijual ! Tahun 2013 diawali dengan 8 siswa, jalan terus lalu bertambah jadi 12 siswa. Puji Tuhan setiap tahun bertambah,tahun ajaran 2024 mencapai jumlah maksimal 28 anak, terpaksa menolak siswa. Aku sebagai Ketua Yayasan tidak secara langsung ikut campur operasional, itu tugas istri. Adapun nilai- nilai yang ingin disemai di SD Multi-Q:

  1. Universal- inklusif: tidak berafiliasi dengan agama apa pun.
  2. Multikultural: semua ras suku agama mendapat apresiasi yang sama.
  3. Humanis- ramah anak, tidak ada diskrimasi atau penolakan termasuk anak berkebutuhan khusus. Tidak ada kekerasan fisik dan verbal.
    4.Nasionalisme, menanamkan cinta tanah air dan budaya sendiri.
    5.Internasionalisme: berwawasan global, utamanya pendidikan Bahasa Inggris
  4. Tidak ada bully, guru terus membersamai murid terutama saat istirahat.
    Baru berjalan 3 tahun, TK yang masih tinggal di ruko yang lama harus segera pindah karena pemiliknya butuh dana 2,5 M sehingga kontrak tidak bisa diperpanjang, mau dijual. Dengan mengencangkan ikat pinggang, kami bangun gedung TK berdampingan dengan SD sehingga menjadi satu atap. Multi-Q tempat bernaung 20 orang guru dan karyawan, yang dikelola secara kekeluargaan.
    Tahun akademik 2025, baru-baru ini aku bertemu tamatan perdana SD Multi-Q yang menjadi mahasiswiku di kelas Bilingual Prodi Akuntansi Manajerial. Ada rasa bangga karena lulusan SD Multi Q ternyata berkualitas.
    Posisiku sebagai Ketua Yayasan, sedangkan operasional masih dipegang istri.
    Pada titik ini, aku sering kagum dengan penyelenggaraan Ilahi, aku tidak pernah minta tetapi diberi yang jauh melebihi harapanku. Jalan hidupku dibelokkan kesana kemari ternyata mau dituntun ke sini. Obsesiku cuma sampai Sarjana tetapi Tuhan memberi sampai Doktor. Aku hanya minta side job untuk hidup layak, justru diberikan sekolah dengan tanggungjawab yang besar. Oleh sebab itu, aku tidak pernah merasa sebagai bos atau owner, semua hanya titipan dari Sang Pemilik Agung. Sebagai dosen biasa saja, aku ingin tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik. Kuselipkan materi pendidikan karakter / character building, melalui pembelajaran Bahasa Inggris. Beberapa penelitianku juga bertemakan pendidikan karakter, bahkan sudah terbit buku berjudul ” English for Character Education” sebagai pegangan mengajar Bahasa Inggris dengan muatan pendidikan karakter.
    Ketika kegundahan menyelimuti karena aku dan istri sudah mulai lansia dan memasuki masa pensiun, lalu siapa yang melanjutkan karya ini? Tiga anakku belum ada yang tertarik di dunia pendidikan. Let it be! Tuhan yang punya, terserah mau diapakan. Juni 2026 usiaku 65 tahun, istri 60 tahun bersamaan memasuki masa pensiun. 34 tahun bekerja sebagai dosen asn, dan sebagai guru sejak 1980 berarti 46 tahun ! Terimakasih Tuhan atas segala anugerah dan kesempatan ini sehingga aku bisa menuntaskan panggilanku sebagai GURU BIASA SAJA…

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

One thought on “Jual Rumah Bikin Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *