Murid Kristus Jangan Ngumpet
Oleh ANDRE SUMARIYATMO
Renungan Tgl 29 Januari 2026
Injil Markus 4 : 21 – 25
Ibu bapak dan saudara-saudari terkasih dalam Kristus.
“Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Mungkinkah orang membawa pelita supaya diletakkan di bawah tempayan atau di bawah tempat tidur? Bukankah supaya diletakkan di atas kaki pelita?”(ayat 21). Lalu Ia berkata kepada mereka,” Sebab, siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil darinya” (ayat 25).
Minggu lalu saya mengikuti rekoleksi para katekis seKeuskupan Agung Jakarta di Pusat Pastoral Samadi Klender Jakarta. Dalam rekoleksi tersebut diingatkan kembali akan spiritualitas seorang katekis yakni mengawali perutusan dengan menanamkan di hati, diperkuat di altar dan menghasilkan buah kasih. Katekis bukan sekedar pengajar agama, melainkan panggilan Tuhan untuk menjadi jembatan yang menghubungkan kasih Tuhan dengan realitas dunia sehari – hari. Katekis mendampingi dengan sabar para katekumen dalam proses memiliki relasi yang mendalam dengan Kristus. Katekis terpanggil sebagai pelita, pemberi terang kepada banyak orang untuk mengarahkan dan mendekatkan kepada Kristus.
Injil Markus yang kita dengarkan hari ini memberi 2 (dua) pesan yang penting kita perhatikan.
Pertama. Panggilan kita sebagai pelita, yang harus memberi terang. Jelas posisi pelita jangan diumpetkan, jangan disembunyikan di bawah tempat tidur, melainkan harus diletakkan di tempat yang tinggi sehingga memberikan manfaat dan menerangi banyak orang. Kita sebagai orang katolik berani tampil untuk memberi keteladanan dalam kejujuran, kesetiaan dan kemurahan hati. Dalam menjalani profesi apapun kita menunjukkan tanggung jawab dan tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan sendiri, keluarga atau kelompok. Telinga kita dipakai untuk mendengarkan dan menuntun kita pada sikap hidup yang baik, setia dan kasih.
Kedua. Tuhan telah memberikan banyak rahmat dan talenta kepada kita sebagai murid-murid Tuhan. Talenta ini perlu diasah dan dikembangkan terus menerus agar semakin melimpah dan berguna bagi diri sendiri dan banyak orang. Tuhan akan melipatgandakan buah bagi siapaun yang mau bekerja keras dan bertanggung jawab. Sementara Tuhan akan mengambil bagi siapapun yang malas dan pasip, diam dan tidak ada usaha.
Marilah kita hayati panggilan kita sebagai pelita agar hidup.kita sungguh-sungguh menampakkan pribadi Kristus yang memberikan kedamaian, suka cita dan kasih. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami ikut ambil bagian dalam karya perutusan-Mu untuk mengajak banyak orang berbuat baik, jujur, setia dan kasih. Kami mengakui sering malas dan tidak berani menunjukkan keteladanan dalam hidup yang baik, jujur, setia dan kasih. Ampunilah kesalahan kami dan berkat bimbingan Roh Kudus semoga kami mampu bertobat dan berusaha hidup baik, jujur, setia dan kasih. Demi.Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta

