UDANG DI PERMUKAAN BAKWAN
Oleh Y. Haryanto
Renungan Harian
Kamis, 5 Februari 2026
Peringatan Wajib St. Agatha
Injil: Markus 6:7-13
“Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.” (Markus 6:12-13)
RENUNGAN:
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !
Hari ini merupakan peringatan wajib St. Agatha. Bersama seluruh umat sedunia kita haturkan penghormatan atas kesetiaan, keberanian, dan keteguhan dalam penghayatan beriman Kristiani St Agatha, Perawan dan Martir. Ancaman penyiksaan amat tidak manusiawi yang sungguh mengerikan tak menyurutkan keputusannya untuk beriman Kristiani, mempersembahan hidup perawannya bagi Tuhan kendati menanggung risiko disiksa hingga ajalnya. Marilah kita mohon rahmat Tuhan agar dimampukan menghadapi hambatan, tantangan, ancaman, gangguan dalam menghayati/menjalani hidup beriman Kristiani di tengah masyarakat yang tak selalu ramah terhadap upaya bersungguh-sungguh dalam hidup beriman Kristiani .
Bapak, Ibu, Saudara/i, kita hendak mendengarkan Sabda Tuhan hari ini bersama-sama. Untuk itu perkenankanlah saya mengawalinya dengan menceritakan kejadian yang saya alami kemarin lusa, Selasa 3 Februari 2026. Ada dua orang berseragam rapi mendatangi rumah. Dengan ramah salah seorang dari keduanya meminta waktu barang sebentar untuk survey tabung gas LPG, alasannya demi keamanan, sebab dikhawatirkan ada tabung yang sudah kadaluwarsa namun tetap beredar di masyarakat.
Hal itu tentu membahayakan. Orang itu mengeluarkan semacam formulir kemudian mencatat nama dan alamat saya, mencatat jumlah dan jenis tabung gas yg dimiliki di rumah. Kemudian minta ijin untuk memeriksa tabung itu di dapur. Singkat cerita, setelah menunjukkan masa berlaku tabung tabung gas LPG di dapur, orang yang mengaku-aku sebagai petugas survey tabung gas LPG itu menawarkan regulator dan selang gas yang memberi jaminan keamanan. Inilah maksudnya yg sebenarnya: menjual regulator dan selang gas untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan. Ada udang di balik batu. Ada maksud tersembunyi di balik survey tabung gas. Ada tipu muslihat, ada perbuatan tidak tulus, ada agenda tersembunyi, ada motivasi cari untung dari menjual regulator dan selang gas LPG yang ditutupi atau disembunyikan di balik tindakan pura-pura survey keamanan tabung gas LPG.
Berbeda dengan orang yang mengaku petugas survey tabung gas LPG, para rasul tidak punya agenda tersembunyi, tidak punya pamrih, tidak menerapkan tipu muslihat dalam menjalankan perutusan dari Tuhan. Dengan tulus para rasul memberitakan bahwa orang harus bertobat, mengusir banyak setan dan menyembuhkan banyak orang. Dengan tulus berkarya demi keselamatan sesama . Tak ada tipu muslihat, tidak ada manipulasi.
Ada ungkapan menarik dan lucu dalam bahasa gurauan, bahasa pergaulan, untuk maksud baik yang dengan tulus diwujudkan dalam tindakan pelayanan demi keselamatan orang-orang yang kita layani. Ungkapan itu kurang lebih berbunyi demikian: Udang di permukaan bakwan Maksud baik dengan tulus dikerjakan tanpa ditutup-tutupi, tak ada manipulasi, tak ada tipu muslihat., tanpa pamrih. Dengan demikian Nama Tuhan kita muliakan. Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG) , demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih, marilah kita mohon kepada Tuhan agar kita pun diberi kuasa, rahmat kemampuan, untuk belaku tulus demi keselamatan orang-orang yang kita layani.
DOA
Ya Tuhan, anugerahi kami kuasa, rahmat kemampuan untuk melayani sesama dengan tulus tanpa pamrih.
Amin.

