Merengkuh Dahaga Rohani: Pelantikan Pengurus Sahabat Karmel Yogyakarta di Bawah Pancaran “Air Kehidupan”
YOGYAKARTA — Pada Hari Minggu Prapaskah III, 8 Maret 2026, suasana khidmat menyelimuti perayaan syukur dan pelantikan dewan pengurus Sahabat Karmel (SK) Santa Theresia Lisieux Yogyakarta untuk periode 2026-2029. Pelantikan dilangsungkan dalam Kapel Biara OCD Gadingan.
Di hadapan altar Tuhan, para awam yang terpanggil ini menjawab “ya” untuk mengemban tugas pelayanan. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Pater Bonaventura Agung Pribadi, OCD, selaku Delegatus Komisariat untuk OCDS Indonesia.
Momen ini menjadi sangat istimewa karena perayaan liturgi hari ini berpusat pada tema “Air Kehidupan,” sebuah metafora yang sangat lekat dengan perjalanan spiritualitas Karmel.
Dalam khotbahnya yang menggugah, Pater Remi menyoroti dua jenis dahaga manusia dari bacaan suci hari ini.

Pertama, umat Israel di padang gurun yang haus, maka mereka berdosa. Meskipun Allah telah menyertai mereka dan memberikan air, mereka meresponsnya dengan mengeluh, bersungut-sungut, dan tidak mampu bersyukur atas pemeliharaan Ilahi.
Kedua, kisah Injil tentang perempuan Samaria yang berdosa, maka ia haus. Karena merasa berdosa dan ingin menghindari gosip sesamanya, ia pergi menimba air di siang bolong yang terik.
Namun, justru di sumur kerendahan hati dan dahaga itulah, ia berjumpa dengan Yesus Sang Sumber Air Kehidupan yang memuaskan dahaga batinnya untuk selamanya.
Khotbah ini menjadi cermin refleksi yang mendalam bagi pengurus Sahabat Karmel yang baru dilantik. Sahabat Karmel dan Ordo Karmel Tak Berkasut Sekulir (OCDS) pada hakikatnya adalah komunitas hidup bakti bagi kaum awam yang ingin menghidupi spiritualitas Karmel, yakni hidup dalam keintiman dengan Kristus melalui doa kontemplatif di tengah kesibukan dan realitas duniawi.
Keterkaitan antara bacaan hari ini dengan perutusan pengurus SK sangatlah kuat. Para pengurus dipanggil untuk membimbing anggota komunitasnya agar mengubah “dahaga” yang menghasilkan keluh kesah (seperti bangsa Israel) menjadi “dahaga rohani” yang membawa jiwa berjumpa dengan Kristus di kedalaman batin (seperti perempuan Samaria).
Mereka diutus untuk menjadi “tukang kebun” yang mengalirkan air rahmat bagi komunitasnya melalui pelayanan yang tulus.
Dalam ritus pelantikannya, para pengurus maju ke depan altar dan menyatakan janji kesungguhan hati di hadapan Allah, pembesar Ordo, dan umat. Mereka memohon kekuatan Roh Kudus, perlindungan Bunda Maria Ratu Karmel, serta teladan ajaran Santa Teresa dari Avila dan Santo Yohanes dari Salib.
Momen puncak terjadi ketika Pater Delegatus menyerahkan tanda jabatan berupa Salib Suci, seraya berpesan: “Terimalah Salib Suci Tuhan kita Yesus Kristus ini sebagai tanda cinta dan kesetiaanmu kepada Gembala Agung… Laksanakanlah tugas-tugasmu dengan penuh rasa tanggung jawab”.
Adapun susunan dewan pengurus Sahabat Karmel Santa Theresia Lisieux Yogyakarta periode 2026-2029 yang secara resmi dikukuhkan adalah:
Ketua: Alfred B. Jogo Ena; Wakil Ketua: Edelbertus Jara
Sekretaris 1: Maria Mardiati; Sekretaris 2: Agustinawati
Bendahara 1: Lilik Widjaja; Bendahara 2: Yuliana Retno Wijayati
Humas: Ch. Mariani Herawati; Lucia Umiyati Raharjo; Alloysius Prima Adhi Putra; Paskalis Sopi; Evanita Maria Elsya
Sahabat Karmel Santa Theresia Lisieux didampingi Pater Remigius Todang, OCD sebagai Moderator bersama Diakon Silvester, OCD, Frater France, OCD dan Frater Jefri, OCD.

Formasi kepengurusan ini, khususnya dengan hadirnya lima anggota di divisi Humas (Hubungan Masyarakat), menegaskan komitmen komunitas untuk membagikan “Air Kehidupan” tersebut tidak hanya ke dalam, tetapi juga memancarkan karya kerasulan dan kesaksian rohani Teresian kepada Gereja dan masyarakat luas.
Melalui doa penyerahan, Pater Bonaventura memohon agar Allah menanamkan semangat kerendahan hati dalam diri para pengurus, serta memberi mereka kesegaran jasmani dan rohani agar dapat melayani dengan sukacita Ilahi.
Dengan kepengurusan yang baru ini, Sahabat Karmel Yogyakarta melangkah maju memikul salib panggilan mereka, siap menimba dan membagikan Air Kehidupan di tengah dahaga dunia.
Para saudara yang berminat boleh bergabung bersama kami. Kita bisa belajar latihan rohani bersama setiap Sabtu Pertama dalam bulan. Di dunia yang penuh kebisingan dan validasi, mari kita undur diri sejenak dan hening di hadapan Tuhan dengan cara Karmel Tak Berkasut, masuk ke dalam Puri Batin bersama Allah. Karena Allah saja cukup (Solo Dios Basta). (abje)

