Pertukaran yang Teramat Agung

Pertukaran yang Teramat Agung

Oleh Susy Haryawan

Saudara terkasih, hari ini, adalah hari Istimewa bagi Bunda Gereja. Bagaimana sepanjang tahun, dalam Jumat Agung tidak ada Misa. Tuhan sendiri yang mengorbankan diri, kita menyantap apa yang IA kurbankan dalam kisah sengsara di Golgota. Itu semua karena dosa, salah, dan kelemahan kita. Beberapa hal yang layak menjadi permenungan kita bersama,

1. Keheningan yang Berbicara

Di Bukit Golgota, langit menjadi gelap di tengah hari. Ada keheningan yang mencekam saat Sang Putra Pencipta membiarkan diri-Nya dipaku oleh ciptaan-Nya sendiri. Di saat itu, Yesus tidak hanya menanggung paku fisik, tetapi Ia memikul seluruh berat kesalahan, kegagalan, dan luka-luka kita.

Simbolisasi dalam Ibadat Jumat Agung, perarakan petugas ibadat di dalam keheningan. Keadaan yang tidak pernah terjadi di dalam Misa atau Ekaristi sepanjang tahun. Hening, sunyi, dan penuh permenungan.

2. Cinta yang “Selesai”

Kata terakhir Yesus, “Sudah Selesai” (Tetelestai), bukanlah sebuah keluhan kekalahan. Dalam bahasa aslinya, itu adalah istilah ekonomi yang berarti “Lunas Dibayar.”

  • Hutang dosa? Lunas.
  • Rasa bersalah yang menghantuimu? Lunas.
  • Tembok pemisah antara manusia dan Tuhan? Runtuh.

Apayang Tuhan Yesus lakukan memulihkan semua hal yang sudah rusak karena dosa asal. Semua dipulihkan. Tidak ada lagi jurang pemisah antara relasi Allah dan manusia. Jembatan penghubung terentang dalam peristiwa salib.

Rasa bersalah yang biasa mengembara dalam hati, karena dorongan si jahat, dikalahkan oleh sengsara dan wafat Tuhan di salib. Perasaan bersalah yang didengung-dengungkan harusnya sudah mampu dikalahkan, karena Yesus sudah menebusnya. Kita menjadi manusia Merdeka sepenuhnya.

Inti dari itu semua adalah dosa. Manusia adalah pendosa, namun karena kemauan dan keberanian Yesus menanggung derita di salib, semua sudah ditebus-Nya dengan lunas. Tunai. Tidak ada lagi dosa yang menghantui hidup kita, apalagi setelah kematian.  Status anak-anak Allah membuat kita memiliki masa depan cerah, tidak lagi cemas ke mana setelah kematian. Mati adalah kemenangan, karena Kristus membawa kita pada Allah Bapa dan bisa memandang muka dengan muka.

3. Salib sebuah Cermin dan Refllektor

Saudara Terkasih, saat kita memandang salib hari ini, kita melihat dua hal sekaligus, betapa mulia, agung, dan berharganya kita:

  • Betapa buruknya dosa kita: Sehingga membutuhkan pengorbanan sebesar itu untuk menebusnya. Putra Allah sendiri yang hadir di Tengah dunia untuk menebus dosa-dosa kita. Allah yang menawarkan diri untuk memulihkan relasi dengan Allah yang rusak karena dosa. Sampai Putera-Nya sendiri lho yang hadir. Dosa kita sangat besar.
  • Betapa berharganya diri kita: Sehingga Tuhan rela memberikan nyawa-Nya hanya agar bisa kembali memeluk kita. Keberadaan kita di hadapan Allah itu tidak terkalahkan, tidak tergantikan. Makanya untuk memulihkan itu perlu Allah Putera hadir di Tengah dunia.

Renungan Pribadi:

Sering kita merasa tidak cukup baik, terlalu kotor, atau merasa hidup kita tidak berarti. Namun, Jumat Agung mengingatkan kita bahwa bagi Tuhan, kamu layak untuk diperjuangkan sampai mati. Salib adalah bukti bahwa Tuhan lebih memilih mati daripada hidup tanpa kamu. Keberadaan kita itu berharga, jangan dikotori dengan perasaan tidak cukup baik.

Perasaan selalu merasa bersalah yang disangatkan oleh si jahat untuk menggoda kita jatuh dalam pencobaan. Meragukan kasih-Nya yang begitu besar.

Doa Singkat

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak turun dari salib itu sampai semuanya selesai. Terima kasih karena Engkau menanggung apa yang seharusnya menjadi bagianku, agar aku bisa menerima apa yang sebenarnya adalah milik-Mu: kehidupan, kedamaian, dan pengampunan. Biarlah pengorbanan-Mu mengubah cara pandangku terhadap hidup mulai hari ini. Jumat Agung yang benar-benar agung karena pengorbanan-Mu hingga purna. Amin

Salam JMJ

Susy Haryawan

One thought on “Pertukaran yang Teramat Agung

  1. Terima kasih untuk renungan Jumat Agung yang lengkap ini.
    Ini cocok juga untuk bahan kotbah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *