Kemunafikan Beragama

Kemunafikan Beragama


Renungan Harian Rabu 15 Oktober 2026

Bacaan: Lukas 11:42-46
Ringkasan: Kecaman keras dan pedas Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat karena kemunafikan mereka, yaitu melakukan kewajiban agama secara lahiriah sambil mengabaikan hal-hal yang terpenting, seperti keadilan dan kasih Allah, serta memberatkan orang lain dengan aturan-aturan yang tidak dapat mereka jalani. Yesus menekankan bahwa harus ada keseimbangan antara hal-hal kecil dan hal-hal yang lebih besar, serta meminta agar kita melakukan keadilan dan kasih Allah tanpa mengabaikan hal lain.


Ayat-ayat dan artinya:
Lukas 11:42: Yesus mengecam orang Farisi yang memberi persepuluhan dari tanaman kecil seperti selasih dan inggu, tetapi mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Ini menunjukkan fokus pada hal-hal kecil secara lahiriah tanpa memperhatikan inti dari hukum Taurat.
Lukas 11:43: Mereka juga suka duduk di tempat terhormat di rumah ibadah dan menerima sapaan hormat di pasar, yang menunjukkan kesukaan pada kehormatan diri.
Lukas 11:44: Yesus menyebut mereka seperti kuburan tersembunyi yang tidak disadari, yang berarti mereka menodai orang lain tanpa disadari karena kemunafikan dan ketidakmurnian batin mereka.
Lukas 11:45-46: Yesus menjawab dengan mengutuk ahli Taurat yang membebani orang dengan aturan-aturan berat yang tidak mampu mereka pikul, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Renungan
Yesus sampai mengecam sekeras itu tentu punya alasan dan mengindikasikan kondisi saat itu sudah parah, para penguasa agama yang mestinya mengayomi umat yang sudah ditindas penjajah Romawi justru ikut menindas dengan bersembunyi di balik aturan- aturan agama. Sebagai pemimpin yang sedang naik daun, Yesus mengambil sikap yang jelas dan tegas: berpihak dan membela umat yang tertindas dengan mengecam penguasa, tidak takut risikonya.


Akhir akhir ini sering kita dengar keluhan masyarakat bagaimana semua hal dipajaki, sementara lapangan kerja menyempit, PHK merebak, harga-harga naik. Lebih miris lagi, setiap hari berita korupsi trilyunan tak pernah jeda. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana sikap kita? Diam saja yang penting aku baik- baik saja? Ikut bersuara dan empati dengan cara kita sendiri? Bahkan kemunafikan pun bisa terjadi di dalam gereja.

Program-program yang lebih berorientasi pada kepentingan orang kaya, pembangunan fisik yang semakin angkuh. Lahan parkir mobil diperluas sementara akses masuk para difabel tidak tersedia. Berbagai iuran dan sumbangan semakin menjauhkan umat yang miskin minder masuk gereja. Yesus menuntut ketaatan tidak hanya tentang melakukan aturan-aturan, tetapi lebih penting lagi adalah melakukan keadilan dan kasih kepada Allah dan sesama.


Kita harus waspada terhadap kemunafikan, di mana tindakan lahiriah tidak sesuai dengan motivasi dan hati yang sebenarnya. Yesus mengingatkan agar tidak membebani orang lain dengan aturan-aturan yang ketat jika kita sendiri tidak mau melakukannya, atau tidak memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka.


Doa
Ya Tuhan, ampuni kami yang sering bertindak munafik, pura- pura suci, aktif menggereja untuk mendapat pengakuan dan pujian. Ajari kami agar punya hati yang empati terhadap penderitaan sesama. Beri kami keberanian untuk membela orang yang tertindas se bagaimana yang Yesus lakukan.
Amin

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *