Hidup Dalam Kesatuan dan Keterbukaan Hati

Hidup Dalam Kesatuan dan Keterbukaan Hati

Renubgan Harian

Selasa, 4 November 2025

oleh M. Unggul Prabowo

Bacaan : Roma 12:5–16a; Lukas 14:15–24

Bagi Santo Paulus,  kita semua adalah satu tubuh dalam Kristus, dan masing-masing anggota memiliki fungsi yang berbeda. Ia mengajak kita untuk hidup dalam kasih tanpa kepura-puraan, saling mendahului dalam memberi hormat, tekun berdoa, dan hidup rukun satu sama lain. Hidup dalam komunitas iman, terlebih dalam keluarga, berarti menyadari bahwa setiap orang punya peran unik yang saling melengkapi. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semua sama berharga di mata Tuhan.

Sementara itu, dalam Injil Lukas, Yesus menceritakan perumpamaan tentang undangan ke perjamuan besar. Banyak orang menolak datang dengan berbagai alasan, pekerjaan, urusan pribadi, atau kesibukan duniawi. Maka tuan rumah mengundang orang miskin, cacat, buta, dan lumpuh, mereka yang rendah hati dan siap menerima undangan kasih itu. Pesan Yesus jelas: Kerajaan Allah terbuka bagi siapa saja yang mau datang dengan hati yang terbuka dan tidak sibuk dengan kepentingan diri sendiri.

Paulus mengajak kita untuk hidup dalam kesatuan kasih, sementara Yesus mengingatkan agar kita tidak menutup hati terhadap undangan Tuhan. Dalam konteks keluarga, ini berarti kita dipanggil untuk saling menerima perbedaan, tidak menuntut kesempurnaan, dan membuka hati terhadap kehadiran satu sama lain. Kasih sejati dalam keluarga tumbuh bukan dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk mendengarkan, mengerti, dan melayani.

Terlalu sering, seperti para tamu yang menolak undangan, kita sibuk dengan urusan pribadi hingga lupa hadir bagi keluarga — lupa mendengarkan pasangan, menemani anak, atau menyapa orang tua. Tuhan mengingatkan kita hari ini: kasih yang sejati dimulai dari meja makan di rumah kita sendiri, tempat kita belajar merayakan kebersamaan, pengampunan, dan sukacita.

Doa Penutup:

Ya Tuhan, terima kasih atas kasih dan kesatuan yang Kau tanamkan dalam keluarga kami. Ajarlah kami untuk saling menerima, menghormati, dan melayani dengan tulus. Bukalah hati kami agar tidak menolak undangan-Mu untuk hadir dalam perjamuan kasih setiap hari, mulai dari rumah kami sendiri. Jadikan keluarga kami satu tubuh dalam kasih Kristus. Amin

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *