DOA ORANGTUA UNTUK ANAK DAN MENANTU
Oleh Y. Haryanto
Saat mantu telah lama berlalu. Terjadi pada bulan Juli satu setengah tahun lalu, tahun 2024. Di sini saya ingin berbagi satu hal saja: doa saya selaku orang tua untuk anak dan menantu saat mereka saling menerimakan Sakramen Perkawinan.
Di antara banyak hal berkaitan dengan perkawinan anak, ada satu hal penting yang saya perjuangkan: membekali anak yang hendak menempuh hidup perkawinan dengan doa. Saya meminta anak dan calon menantu waktu itu untuk dengan sengaja mengkhususkan waktu menenangkan diri barang sesaat untuk menghadap Tuhan secara personal dan bersama-sama selalu pasangan berdoa. Saya undang sahabat dan kerabat untuk mendoakan anak dan calon menantu agar selamat menempuh bahtera hidup berkeluarga. Untuk itu saya selenggarakan acara “Misa Midodareni” di Panti Samadi Klender. Saya sendiri selaku orang tua dan calon mertua tentu ikut mendoakan mereka pula. Bagi saya, kita bisa mengungkapkan dan merasakan syukur paling penuh di dalam doa. Di dalam doa pula kita paling bisa mempercayakan masa depan kita kepada Tuhan.
Tiba saatnya acara sungkeman dalam tatacara Saling Menerimakan Sakramen Perkawinan. Saya pesan singkat ke telinga anak dan menantu: ingatlah Mazmur 23. Hayati ya !
Ketika kedua pengantin berdoa di hadapan Bunda Maria, saya ikut mendukung mereka dengan doa singkat dalam hati: saya percayakan hidup perkawinan anak dan menantu ke tanganMu, ya Tuhan. Bunda Maria, mohon dampingi pasangan baru ini.
Providentia Dei, penyelenggaraan ilahi, itulah inti doa orang tua untuk anak dan menantu. Semua yang terjadi bukan hal kebetulan. Itu semua merupakan bagian dari Rencana Tuhan, dan barang tentu Tuhan tak akan membiarkannya berantakan. Tuhan menjamin, Tuhan menyelenggarakan, dan kita lakukan bagian kita sebaik-baiknya pula .
Ke dalam tanganMu saya percayakan kebahagiaan hidup perkawinan anak dan menantuku, ya Tuhan. Amin.

