Menjadi Saksi Kebangkitan, Dipilih karena Kesetiaan

Menjadi Saksi Kebangkitan, Dipilih karena Kesetiaan

Kutipan Kitab Suci: Kisah Para Rasul 1:21-22

“Jadi harus ada satu orang di antara mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kami, mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Ia terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”

Saudara Terkasih,

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga, namun juga bersamaan dengan perayaan Pesta Santo Matias. Nama Matias mungkin tidak sepopuler Petrus yang menjadi batu karang, atau Yohanes sang murid kesayangan. Namun, kehadiran Matias memberikan pesan yang sangat kuat bagi kita tentang apa artinya menjadi seorang murid Kristus yang sejati. Matias dipilih untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot, guna melengkapi bilangan dua belas rasul.

Mengapa angka dua belas itu penting? Dalam tradisi Alkitab, angka dua belas melambangkan kepenuhan umat Allah (dua belas suku Israel). Dengan memilih Matias, para rasul ingin menegaskan bahwa karya keselamatan Allah tetap berlanjut, tidak terhenti oleh pengkhianatan, dan harus diwartakan ke seluruh penjuru dunia dengan struktur yang utuh.

Beberapa hal layak kita renungkan bersama,

1. Kesetiaan dalam Tersembunyian

Hal yang menarik dari pemilihan Matias adalah kriteria yang ditetapkan oleh Petrus. Calon pengganti Yudas haruslah seseorang yang telah menyertai Yesus sejak baptisan Yohanes hingga peristiwa Kenaikan. Ini berarti Matias sebenarnya sudah ada di sana sepanjang waktu. Ia ikut berjalan berdebu di jalanan Galilea, ia ikut mendengarkan Khotbah di Bukit, dan ia mungkin ada di kerumunan saat Yesus memberi makan lima ribu orang.

Namun, namanya tidak pernah muncul dalam daftar utama atau narasi-narasi besar sebelum kisah pemilihan ini. Matias adalah sosok yang setia dalam ketersembunyian. Ia menjadi murid bukan untuk mengejar jabatan atau pengakuan, melainkan karena ia mengasihi Sang Guru. Ia tetap tinggal saat orang lain pergi, dan ia tetap percaya bahkan ketika situasi tampak gelap.

Saudara Terkasih,

2. Dipilih untuk Menjadi Saksi

Dunia sering kali memilih pemimpin berdasarkan karisma, kekuatan retorika, atau kekuasaan. Namun, Allah memilih Matias melalui doa dan pengundian yang didasari pada satu syarat utama: menjadi saksi kebangkitan.

Menjadi saksi Kristus bukan berarti kita harus memiliki gelar teologi yang tinggi atau kemampuan bicara yang memukau. Menjadi saksi berarti mampu menunjukkan melalui hidup kita bahwa “Yesus itu hidup.” Jika Yesus hidup di dalam hati kita, maka cara kita mencintai, cara kita memaafkan, dan cara kita menghadapi penderitaan akan terlihat berbeda. Matias dipilih bukan untuk menjadi bos baru, melainkan untuk menjadi saksi bahwa maut telah dikalahkan.

3. Allah Mengisi Kekosongan Kita

Kisah pemilihan Matias juga mengingatkan kita bahwa tidak ada kekosongan dalam rencana Allah yang tidak bisa diisi. Pengkhianatan Yudas meninggalkan luka dan lubang dalam komunitas para rasul, tetapi Allah sanggup memulihkannya. Begitu pula dalam hidup kita. Mungkin ada bagian dari hidup kita yang terasa “kosong” karena kehilangan, kegagalan, atau pengkhianatan orang lain. Hari ini kita diingatkan bahwa Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk memulihkan dan melengkapi kembali hidup kita, asalkan kita tetap setia berada di jalan-Nya.

Saudara Terkasih,

Berikut adalah sebuah tawaran untuk refleksi bersama kita,

Refleksi Bersama

  • Apakah saya tetap setia mengikuti Yesus meskipun doa-doa saya belum terjawab atau saat saya merasa tidak diperhatikan oleh sesama?
  • Sejauh mana hidup saya hari ini sudah menjadi saksi bahwa Kristus benar-benar bangkit dan merajai hidup saya?

Doa

Ya Allah, Engkau telah memilih Santo Matias untuk melengkapi bilangan para rasul. Melalui perantaraannya, berilah kami rahmat kesetiaan agar kami mampu menjadi saksi kebangkitan Putra-Mu dalam tugas pelayanan kami sehari-hari. Semoga kami selalu menyadari bahwa dalam setiap kekosongan hidup kami, kasih-Mu senantiasa hadir untuk memulihkan.  Doa ini kami haturkan dalam kesatuan Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Santo Matias, Doakanlah Kami.

Salam JMJ

Susy Haryawan

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *