RENDAH HATI DALAM MENGHAYATI MISTERI TRITUNGGAL MAHA KUDUS
Renungan Harian
Minggu 31 Mei 2026 HARI RAYA TRITUNGGAL MAHA KUDUS
Bacaan: – Kel 34:4b-6.89; 2 Kor 13:11-13; Yoh 3:16-18
Oleh: FA Adihendro
“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Kor 13:13)
Saudara-saudari, yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Sejak Gereja Perdana, orang sudah mengenal dan menghayati Allah sebagai Tritunggal Maha Kudus. Mereka menyampaikan salam Tritunggal dengan rumusan yang sama sering diucapkan pada awal Perayaan Ekaristi, yakni “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian!” Namun sesungguhnya Tritunggal Maha Kudus Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah sebuah misteri, tidak mudah difahami, apalagi dipikir secara rasional.
Banyak orang mencoba membuat penjelasan misteri Tritunggal itu dengan contoh-contoh hidup sehari-hari. Misalnya dengan lilin, ada lilin, ada panasnya, dan ada nyalanya. Atau matahari, ada matahari, ada cahaya, dan ada panas. Ada yang menggambarkan seperti air, bisa jadi es, air biasa, dan uap air. Tiga hal berbeda tetapi 1 sumber. Tetapi analogi-analogi tersebut tidak akan bisa menjelaskan secara tuntas misteri Tritunggal itu.
Ada legenda, suatu kali Santo Agustinus sedang menulis buku De Trinitate hingga 15 jilid. Semakin banyak menulis semakin bingung bagaimana menjelaskan mengenai misteri Tritunggal Maha Kudus itu. Untuk melepas kebingungan pikirannya itu, ia berjalan-jalan di tepi pantai Hippo. Di sana ia menjumpai seorang anak kecil yang sedang asyik menggali lubang kecil di atas pasir. Anak kecil itu berlarian bolak-balik mengisi lubang yang dibuatnya dengan air laut menggunakan gayung kecil. Agustinus penasaran dan bertanya, “Nak, kamu ngapain?” Anak itu menjawab, “Aku mau mindahin seluruh air laut ini kedalam lubang.” Agustinus tertawa kecil, “Itu tidak mungkin, Nak. Lautnya terlalu luas dan lebar, lubangmu terlalu kecil!” Anak kecil itu langsung menjawab, “Begitu juga otakmu. Kamu mau masukkan misteri Allah Tritunggal yang Tak Terbatas itu ke dalam akalmu yang kecil dan terbatas.” Sesudah mengatakan itu, anak kecil itu menghilang.
Demikian juga apabila kita mau mencoba menguraikan, membuat teori yang masuk akal, tentang misteri Tritunggal Maha Kudus. Walau memakan waktu tiga hari tiga malam pun seluruh teori kita tidak akan bisa menjelaskan tentang Tritunggal Maha Kudus, Tiga Pribadi namun Satu Hakekat, karena keterbatasan manusiawi. Sebagus apapun teori dan penjelasan tidak akan mampu menguraikan kebenaran misteri itu.
Lebih baik kita bersikap rendah hati, sebagaimana Gereja Perdana, mengimani dan menghayati Tritunggal Maha Kudus. Kita cukup menghayati cinta Allah yang begitu besar kepada kita, sehingga berkenan menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dari jeratan dosa dan berkenan tinggal bersama kita dalam Roh Cinta Kasih-Nya, sampai selama-lamanya. Itulah misteri agung TriTunggal Maha Kudus, yang tak terselami, hingga kini. Tuhan memberkati.
Doa:
Allah Tritunggal Maha Kudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus, syukur dan terima kasih selalu kami haturkan ke hadirat-Mu, yang maha kudus, sehingga kami boleh menghayati misteri kehadiran-Mu yang agung dalam diri kami. Ajarilah kami setiap hari, dengan rendah hati, untuk selalu mencoba menyelami dan menghayati Kasih-Mu itu dalam hidup kami, sehingga kami bisa dan layak menjadi saluran kasih dan Berkah-Mu kepada setiap orang yang kami jumpai. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

