Akulah Roti Hidup
RENUNGAN MINGGU , 7 JUNI 2026
Yohanes 6:51-58 “Akulah roti hidup”
Kalau bicara soal roti, biasanya yang terbayang itu roti tawar, roti bakar, atau roti isi cokelat. Ada juga yang kalau pagi belum makan roti, rasanya hidup kurang semangat. Tapi hari ini Yesus memperkenalkan diri dengan cara yang unik: “Akulah Roti Hidup.”
Coba bayangkan kalau murid-murid mendengarnya pertama kali. Mungkin ada yang berpikir, “Wah, kalau begitu nanti sarapan cukup ikut Yesus saja?” Ternyata bukan begitu maksudnya.
Yesus mau mengajarkan bahwa manusia bukan hanya lapar makanan, tetapi juga lapar kasih, lapar damai, lapar harapan. Nyatanya, habis makan siang kenyang, dua jam kemudian buka kulkas lagi. Tetapi ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa dipuaskan oleh makanan.
Kadang kita berpikir, “Kalau punya uang lebih banyak, pasti puas.” Sudah dapat, masih ingin tambah. “Kalau punya gawai baru, pasti bahagia.” Baru beberapa bulan, keluar model yang lebih baru. Ternyata hati manusia sering seperti sinyal Wi-Fi: sudah terhubung, masih mencari jaringan lain!
Karena itu Yesus berkata bahwa Dia adalah Roti Hidup. Artinya, Dia memberi sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kebutuhan jasmani. Dia memberi arah ketika kita bingung, kekuatan ketika kita lemah, dan harapan ketika kita merasa putus asa.
Maka pesan hari ini sederhana: jangan hanya memberi makan tubuh, tetapi juga memberi makan jiwa. Tubuh perlu nasi, roti, dan air. Jiwa perlu doa, sabda Tuhan, dan hubungan yang dekat dengan Kristus.
Jadi kalau di rumah makan roti, ingatlah: roti biasa membuat kenyang beberapa jam, tetapi Yesus Sang Roti Hidup memberi kekuatan untuk menjalani hidup setiap hari dan menuntun kita menuju kehidupan kekal.
Doa: Tuhan Yesus, Engkau adalah Roti Hidup yang memberi kami kekuatan dan keselamatan. Bantulah kami untuk selalu percaya pada penyelenggaraan-Mu, setia mendengarkan sabda-Mu, dan hidup dalam persatuan dengan-Mu serta dengan sesama. Amin.
Jakarta, 7 Juni 2026
Ansgarius Hari 45 Wijaya

