MEMBUKA DIRI TERHADAP SABDA & KUASA ALLAH
Y. Haryanto
Renungan Harian
Rabu, 3 Juni 2026
Perayaan Wajib St Karolus Lwanga dkk. , Martir Uganda.
Injil: Markus 12: 18 – 27
“Jawab Yesus kepada mereka: Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah”
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Sabda dan Kuasa Allah itu lah dasar dan arah hidup beriman kita.
Hari ini Gereja memperingati St Karolus Lwanga dkk, para martir Uganda (1886). St Karolus Lwanga memimpin dan melindungi sekelompok orang muda Katolik di Istana dari tindakan bejat Raja Mwanga II yang mengidap kelainan seksual. St Karolus Lwanga mengajar, membaptis, meneguhkan iman orang-orang muda Katolik di tengah ancaman Raja yg lalim. Bersama 22 (dua puluh dua) Orang-orang muda Katolik pelayan istana, St Karolus Lwanga menolak meninggalkan imannya dan menolak membiarkan orang-orang muda Katolik menjadi korban perilaku seksual menyimpang Sang Raja. Percaya akan Kuasa Allah mereka tak surut oleh ancaman penjara, siksaan, dan ancaman dibakar hidup-hidup atas perintah Sang Raja. Pada tgl 3 Juni 1886 atas perintah Raja mereka dibakar, ada yang disiksa dan dibunuh baru dibakar, ada yg dibakar hidup-hidup. Sabda dan Kuasa Allah mereka yakini, mereka bela dengan mempertaruhkan hidup mereka. Keberanian dan keteguhan iman mereka menjadi tauladan bagi kita.
Berbeda dengan Orang-orang Saduki yg tidak mempercayai Kebangkitan, St Karolus Lwanga dan kawan-kawan nya memperyai kehidupan kekal bersama Allah. Sabda dan Kuasa Allah menjadi dasar dan arah hidup beriman mereka, mengatasi ketakutan akan ancaman Raja.
Orang-orang Saduki menolak mempercayai Kebangkitan. Oleh Tuhan Yesus mereka dikecam:”Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah ! “
Berhadapan dengan Sabda dan Kuasa Allah yang berada di luar jangkauan kita untuk memahami sepenuhnya, diperlukan sikap rendah hati untuk mempercayakan diri kepada Allah. Alih-alih mau serba mengendalikan segala-galanya atas kuasa kita sendiri, kita perlu dengan rendah hati menerima dan membiarkan Rahmat Allah bekerja di dalam diri kita, bekerja atas diri kita.
DOA
Syukur dan pujian bagiMu Tuhan,
Engkau memberi kami para martir yang memberi tauladan keberanian dan keteguhan iman karena percaya akan Sabda dan KuasaMu.
Ajarlah kami untuk sedia bersikap rendah hati mempercayai Engkau, mempercayakan diri kepadaMu.
Amin.

