YESUS YANG LEMBUT HATI
Oleh: FA Adihendro
Renungan Harian
Sabtu, 18 Juli 2026 Pekan Biasa XV
Bacaan: Mikh 2:1-5 dan Mat 12:14-21
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya”. (Mat 12:20)
Saudara-saudari, yang dicintai dan mencintai Tuhan Yesus Kristus,
Maksud yang baik belum tentu bisa diterima dengan baik. Dalam pengalaman sehari-hari kita sering
mendapatkan peristiwa yang tidak mengenakkan. Kita sudah berkorban mati-matian, bermaksud baik
kepada orang lain, eh..ternyata orang lain tidak bisa menerima kita, dengan bermacam-macam alasan.
“Ada maksud ya?” (artinya sudzon, kita punya pamrih). Kita berbagi sembako pada hari Jumat Berkah
saja, langsung dicap sebagai kristenisasi. Tetapi tidak apa. Sudah jaman dulu hal itu terjadi. Yesus
datang ke dunia bermaksud baik untuk memberitahukan kasih dan kerahiman Allah saja, ada kelompok-
kelompok tertentu, antara lain golongan Farisi, yang tidak menyukai-Nya. Bahkan bersengkokol ingin
membunuh-Nya. Yesus tidak marah dan dendam. Ia memilih untuk menyingkir ke tempat lain.
Dengan demikian, Yesus masih tetap bisa mewartakan betapa baiknya Allah kepada manusia.
Dan sekaligus tergenapilah sabda yang telah disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu Hamba-Ku
yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.”
Apabila Yesus memilih “melawan” kaum Farisi itu saat itu, maka misi yang diemban oleh Yesus akan
gagal. Yesus memilih taat kepada Rencana Bapa-Nya, yakni menyebarkan ajaran kasih-Nya. Melawan
kekasaran harus dengan kelemahlembutan. Melawan fitnah harus dengan tindakan nyata. Melawan
ajaran kemunafikan harus dengan tidak berbantah dan tidak berteriak di jalan-jalan (bdk Mat 12:19).
Itulah Jalan Yesus (Jesus’ Way).
Ia memilih “ngopeni” orang-orang lemah yang tersingkir dan tidak diperhatikan. Buluh yang terkulai
tidak akan dipatahkan, dan sumbu-sumbu yang telah memudar tidak akan dipadamkan (ayat 20).
Kita yang mengaku sebagai Pengikut Kristus, apakah akan melakukan “Jesus’s Way” itu?
Ngopeni orang yang terlantar, yang lemah, difable, miskin dan kecil, serta tersingkir?
Doa:
Tuhan Yesus, yang maha lembut hati, terima kasih Engkau telah mengajarkan kepada kami bagaimana
kami harus menjadi pengikut-Mu yang baik. Dampingilah kami, agar kami tidak terjerumus ke dalam
arus kemunafikan, berpura-pura baik, namun hanya memuaskan egoisme kami. Ampunilah kesalahan
kami, sebab Engkau Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

