Orang Benar Memiliki Hikmat Kebijaksanaan Allah
Renungan Harian
Rabu, 17 September 2025
Oleh Andre Sumariyatmo
Injil Lukas 7 : 31 – 35
Pesan Injil hari ini sangat jelas bahwa Tuhan Yesus mewartakan kebenaran bahwa Kerajaan Allah sudah datang di dunia. Ini dibuktikan, didukung dengan tampilnya Yohanes Pembaptis yang menyiapkan dan membuka jalan bagi Tuhan Yesus (lihat 27). Rupanya reaksi kaum Farisi dan para ahli Taurat berbeda dengan reaksi para pemungut cukai dalam tampilnya Yohanes Pembaptis. Dimana perbedaannya? Kaum Farisi dan para ahli Taurat tetap menolak pembaptisan Yohanes Pembaptis karena tidak memberikan keselamatan. Sementara para pemungut cukai menerima pembaptisan Yohanes Pembaptis. Menolak berarti tidak percaya kepada Tuhan Yesus, Sang Putera Manusia. Sebaliknya menerima berarti Tuhan Yesus sungguh Putera Manusia yang membawa keselamatan.
Tuhan Yesus menilai dan memberikan gambaran kaum.Farisi dan para ahli Taurat seperti anak-anak muda yang duduk di pasar asyik meniup seruling tetapi mereka tidak mau menari atau menyanyikan lagu duka cita tetapi mereka tidak menangis. Reaksi dan tanggapan mereka bertolak belakang dan tidak seperti yang diharapkan. Bahkan sikap Yohanes Pembaptis yang tidak makan roti dan tidak minum anggur dianggap kerasukan setan. Demikian juga Yesus sebagai Putera Manusia yang makan dan minum dianggap sebagai seorang pelahap, peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Pandangan yang sesat ini disebabkan oleh kesombongan, kekerasan hati dan muncul dari egonya sendiri karena menganggap diri mereka sebagai orang yang benar dan suci. Inilah kedosaan mereka dan Tuhan sangat mengkritik sikap mereka.
Dari sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat ini, kita bisa belajar dan selalu mohon kepada Tuhan agar dianugerahi hikmat kebijaksanaan Allah. Mengapa? Karena hikmat kebijaksanaan Allah ini membantu dan menuntun kita mempunyai sikap yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Sikap ini mengantar pada keselamatan.
Marilah ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih, kita perlu memiliki sikap rendah hati, mohon pertolongan Roh Kudus agar sikap dan tindakan kita benar-benar sesuai dengan rahmat kebijaksanaan Allah, yang memberikan kedamaian dan suka cita dalam hidup ini. Amin. Tuhan memberkati.

Andre Sumariyatmo
Paroki Pejompongan Jakarta.
Aktif dalam pendampingan keluarga, katekis, prodiakon dan Komunitas Kerahiman Ilahi

