Vitamin bagi Jiwa

Vitamin bagi Jiwa

Seorang murid kagum dengan guru muda yang baru menuntaskan retretnya. Kekaguman berawal ketika murid itu sering melihat guru muda yang bersahaja sedang diam, tenang, dan betah duduk di matras ruang doa.

Dalam kesempatan pertemuan empat mata, murid memberanikan diri untuk bertanya, “Guru, mengapa Guru  tampak nyaman duduk bersila begitu lama? Apa saja yang Guru lakukan selama itu? Apakah Guru mengajukan banyak permohonan kepada Yang Kuasa?”. Sembari tersenyum,  Guru muda merangkul akrab murid dan berkata, “Saudara, aku tidak meminta apa pun dari-Nya. Aku hanya membuka hati dan la sendirilah yang memenuhi hatiku. la selalu memberikan apa saja bagiku, juga ketika aku belum meminta kepada-Nya.” 

Wajah guru tampak cerah bersinar setelah menyampaikan kepada muridnya. Dan, kekaguman murid kepada guru muda pun semakin bertambah. Kesegaran memenuhi ruang batinnya.***

Doa tidak hanya mengubah sesuatu. Doa mengubah diri kita. Jika kita tekun mencari Tuhan, perlahan dan pasti, kita menjadi orang yang lebih baik.”

Joyce Meyer

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *