Bayarlah Pajak tetapi Jangan Henti Suarakan Keadilan

Bayarlah Pajak tetapi Jangan Henti Suarakan Keadilan

Renungan Harian Selasa, 2 Juni 2026
Bacaan Injil – Mrk 12:13-17
Jawaban Yesus yang taktis dan cerdas ketika orang Farisi dan pengikut Romawi mau menjebak Dia dengan pertanyaan, ” Apakah kami harus membayar pajak kepada kaisar atau tidak? ” Dengan meminta uang koin bergambar kaisar, Yesus menjawab, ” Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. ”
Yesus tahu diri-Nya dijebak, kalau menjawab ” Jangan bayar pajak” Pengikut Roma akan menangkap dengan tuduhan menghasut atau memberontak. Kalau menjawab , ” Bayar pajak” orang Farisi akan menangkap sebagai pengkianat bangsa dan penghujat Allah.
Akhir- akhir ini sering terdengar wacana untuk apa bayar pajak kalau hanya dikorupsi pejabat. Di satu sisi, fakta itu benar. Rakyat dibebani dengan berbagai macam pajak dari PBB, Samsat, Ppn, dll. Sementara pajak bukan untuk menyejahterakan rakyat tetapi untuk memberi gaji dan fasilitas pejabat secara berlebihan, bahkan dikorupsi. Tentu ini menyinggung rasa keadilan kita. Ada yang me ngatakan sumber daya alam kita melimpah: nikel, batubara, emas, sawit, dll , andai itu digunakan untuk menyejahterakan rakyat sudah lebih dari cukup, ditambah 80℅ APBN dari pajak. Kurang apa kita? Kenyataan sekolah harus bayar mahal sehingga hanya orang kaya bisa sampai perguruan tinggi. BPjS tetap bayar iuran, transportasi umum bayar, bahkan banyak lansia harus mengais rejeki karena tidak ada santunan padahal UUD dengan jelas mengamanatkan ” fakir miskin dan lansia” ditanggung negara.
Andai sekarang dan di sini Yesus ditanya ” apakah saya harus bayar pajak” kira- kira apa jawaban-Nya? Yesus pasti geram melihat ketidakadilan ini tetapi Dia juga menghendaki kita sebagai warga sipil yang baik termasuk bayar pajak. Mungkin Yesus akan menjawab, ” Bayarlah pajak kepada negara tetapi jangan berhenti menyuarakan keadilan! ”
Doa
Tuhan , berilah kami kebijaksanaan sekaligus keberanian sebagai warga negara sehingga tidak menutup mata terhadap praktik ketidak adilan di sekitar kami. Amin

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *