BERDOA KEPADA MALAIKAT, WHY NOT? 

BERDOA KEPADA MALAIKAT, WHY NOT? 

Orang Katolik seringkali ” takut dosa” jika berdoa kepada selain Allah Tritunggal, bahkan kepada Bunda Maria yang sudah dipercayai punya kedudukan istimewa pun masih ragu- ragu, hanya sebagai pengantara ( calo) doa saja. Padahal dalam setiap penampakan ( Lourdes, Fatima, dll) Maria menunjukkan otoritas independen dengan pesan- pesan bahkan perintahnya, tak sekadar ” nanti saya sampaikan ke Putraku”.

Doa- doa kita pun dari yang remeh temeh sampai krusial tertuju pada Allah Bapa atau Yesus. Padahal menurut Kejawen dan Hindu, yang terlibat secara langsung dalam kehidupan manusia ya roh- roh leluhur, bukan para dewa atau Tuhan. Ini masuk akal, ibaratnya cuma ngurus KTP harus ke Presiden padahal cukup Camat. Sama halnya hanya masalah kucing hilang saja berdoanya kepada Allah Bapa padahal para malaikat diciptakan untuk menjaga dan melindungi hidup manusia sehari- hari. 

Kurang apa? Dalam Doa ‘ saya mengaku’ juga memohon para malaikat, dalam nyanyian Kudus juga bersama malaikat. Kitab Perjanjian Lama dan Baru juga memuat keterlibatan para malaikat dalam peristiwa- peristiwa penting seperti kelahiran dan pembaptisan Yesus. Secara Biblis sangat jelas peran para malaikat, tetapi mengapa orang Katolik  enggan melibatkannya dalam doa? 

Tradisi Jawa ada “ Mongmong”  , memberi sesaji kepada roh leluhur  sebagai Pemomong yang miliki weton yang sama dengan anak. Dalam buku doa jadul Boso Jowo, ada Sembayangan Dalu, disebutkan ” Malaikat Pemomong ingkang njagi, lan nuntun kawula…”   Tradisi Katolik juga mengakui peran Orang Kudus yang ikut menjaga manusia di dunia. Jadi, sah- sah saja berdoa kepada para malaikat dan orang Kudus. Kenapa takut?

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *