Hati Tergerak Oleh Belas Kasihan
Renungan Harian
Selasa, 16 September 2025
Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus & St. Siprianus, Uskup, Martir.
Oleh Y Haryanto
“Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu…… ” (Luk.7:13)
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita.
Hari ini kita diundang untuk merenungkan respon Tuhan Yesus berhadapan dengan kemalangan dan penderitaan seorang ibu janda yang kehilangan anak laki-laki satu-satunya (Luk.7:11-17). Bersama Gereja universal kita juga diajak untuk memperingati St. Kornelius, paus dan martir, serta St. Siprianus, uskup dan martir.
- Sadar akan perutusan dan kuasa Roh
Tuhan Yesus sadar sepenuhnya akan perutusanNya untuk menjadi Juruselamat bagi semua orang, dan Roh Kudus memenuhi hidup dan karyaNya. Tuhan Yesus “penuh dengan Roh Kudus” (Luk.4:1) mengatasi pencobaan Iblis. “Dalam kuasa Roh” Tuhan Yesus kembali ke Galilea dan mengajar banyak orang di rumah-rumah ibadat (Luk.4:14-15). “Roh Tuhan ada padaKu,….. ” (Luk.4:18-19). “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus” (Luk.4:43). “Kuasa Tuhan menyertai Dia” (Luk.5:17).
Kesadaran penuh akan perutusanNya dan “penuh dengan Roh Kudus” menjadikan Tuhan Yesus mudah melihat kemalangan dan penderitaan ibu janda yang kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Tidak berhenti di situ, melainkan berlanjut dengan tergerak hatiNya oleh belas kasihan.Tuhan Yesus ikut merasakan kesedihan secara mendalam, dan terdorong untuk secara tulus menyelamatkannya dari kemalangan dan penderitaan. Dorongan itu Tuhan Yesus tuntaskan dengan tindakan penyelamatan: menghibur, membangkitkan anak laki-laki satu-satunya, kemudian mengembalikan anaknya yg telah mati dan hidup kembali kepadanya. Keselamatan terwujud.
Berhadapan dengan kemalangan dan penderitaan sesama, apa yang kita lakukan ?
Mungkin kita “welas tanpa alis”, merasa sedih di permukaan (dangkal) tanpa tergerak hati kita oleh belas kasihan, apalagi menyumbang solusi. Nyaris kita tidak peduli dan menyumbangkan solusi. Akar persoalannya lebih mendalam: kita kurang sadar akan perutusan kita untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Tuhan, pun kurang membuka diri akan pimpinan Roh Kudus.
- Membuka Hati Bagi Karya Tuhan
Murid-murid Yesus, orang banyak yg berbondong-bondong mengikutiNya, ibu janda, para pengusung jenasah, para pelayat dari dalam kota, semua membuka hati bagi Karya Tuhan. Mereka takjub dan memuliakan Allah. Mereka melihat dan mengimani bahwa “Allah telah melawat umatNya”, Tuhan hadir menyelamatkan mereka dalam kehadiran dan karya Tuhan Yesus.
Apakah kita sedia dan mampu membuka hati bagi kehadiran Tuhan melawat kita di tengah kemalangan dan penderitaan saat ini ? Sedia dan mampukah kita untuk takjub dan memuliakan Allah yang melawat kita di tengah kemalangan dan penderitaan kita ?
- St. Kornelius, Paus dan martir
Di tengah-tengah ancaman aksi penganiayaan oleh pihak Kekaisaran dan perpecahan Gereja lantaran perbedaan sikap terhadap orang-orang Kristen yang murtad dan bertobat ingin kembali dalam persekutuan Gereja, St. Kornelius bersedia dipilih untuk menjadi Paus. Risiko dianiaya dan dibunuh oleh Kaisar, dan dimusuhi oleh sebagian umat (skisma Novatianus) tidak menghalanginya untuk dipimpin Roh Kudus sedia menjadi Paus.
Berhadapan dengan skisma Novatianus, Paus Kornelius tegas dan tanpa lelah mewartakan kerahiman Tuhan. “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat” (Luk.5:32) Dan “hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk.6:36).
Pada tahun 253 Paus Kornelius ditangkap pihak Kekaisaran dan diasingkan. Dari tempat pengasingan Beliau tiada henti memimpin dan menyemangati para uskup, khususnya Uskup Siprianus, para imam dan umat dengan suratnya. Beliau wafat sebagai martir.
- St. Siprianus (210-258), Uskup dan martir
Lahir dari keluarga kafir terkemuka/kalangan atas. Berpendidikan, guru retorika, orator profesional kondang, digadang bakal menduduki jabatan tinggi pemerintahan. Prospek hidup gemilang.
Berkat kesaksian hidup seorang imam tua, Caecilianus, Siprianus bertobat dan masuk Kristen. Tidak lagi mengakui “Kaisar adalah Tuhan”, melainkan mengaku ” Kristus adalah Tuhan”. Uang dan hartanya dibagikan untuk kaum miskin. Menjadi penatua, kemudian menjadi Uskup Kartago kuno.
Tentang perubahan pola hidupnya, beliau menulis:”Kelahiran kedua ini telah menciptakan manusia baru dalam diri saya dengan hembusan Roh dari Surga”
Selaku Uskup beliau memperjuangkan persatuan dan mewartakan kerahiman Tuhan. Allah selalu menawarkan jalan belas kasihan.
Beliau wafat sebagai martir, disiksa dan dipenggal kepalanya karena menolak melakukan persembahan korban bagi dewa-dewa kafir di jaman Kaisar Valerianus (258).
- Doa
Syukur pujian bagiMu Tuhan, Engkau hadir melawat umatMu dalam diri Tuhan Yesus Juruselamat kami.
Syukur atas teladan iman orang orang yang sedia membuka hati bagi karya keselamatan Mu.
Syukur atas teladan iman St Kornelius dan St Siprianus, Paus dan Uskup martir.
Pimpinlah kami agar sadar akan perutusan ambil bagian dalam karya keselamatanMu dan membuka diri bagi kuasa RohMu agar kami sedia dan mampu melihat kemalangan dan derita sesama, tergerak hati oleh belas kasihan, dan sedia bertindak menolong sesama yang menanggung kemalangan dan penderitaan. Amin.

