Memuliakan Bapa Dengan Pekerjaan Mulia

Memuliakan Bapa Dengan Pekerjaan Mulia

Renungan Harian
Senin, 27 Oktober 2025
Bac. Injil: Luk. 13:10-17

Oleh Y. Haryanto

“Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawannya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukanNya” (Luk.13:17)

Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !

Dalam bacaan Injil hari ini, Luk. 13:10-17, ada tiga pekerjaan mulia dilakukan Tuhan Yesus:

  1. mengajar di salah satu rumah ibadah pada hari Sabat. (ayat 10)
  2. berbelas kasih terhadap seorang ibu yang telah menderita sakit bungkuk selama delapan belas tahun dan menyembuhkannya (ayat 11-13)
  3. menyadarkan kepala rumah ibadah (dan semua lawanNya yang lain) akan kemunafikan mereka (ayat 15-17).

Tuhan Yesus melakukan “segala perkara mulia”(Luk.13:17) itu bukannya tanpa maksud. Maksud-Nya adalah “memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus”(Luk.4:43). Tuhan Yesus mengemban misi Ilahi: membawa kabar gembira Allah meraja dengan belaskasih-Nya yang membebaskan manusia dari belenggu penderitaan sakit, belenggu peraturan kaku, belenggu kemunafikan. “Segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya” mengarah kepada keselamatan orang lantaran belaskasih Allah.

Kepala rumah ibadah tidak melihat kehadiran Allah yang meraja dengan belaskasih-Nya dalam tindakan-tindakan Tuhan Yesus. Alih-alih memuliakan Allah atau ikut bersukacita atas segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya, ia hendak membebani dan membelenggu orang dengan dalih peraturan kaku hari Sabat.

Perempuan yang disembuhkan Tuhan Yesus merasakan kabar gembira Allah meraja dengan belaskasihNya, merasakan Injil Kerajaan Allah. Ia mengalami mujijat terlepas dari kuasa roh jahat yg menyebabkan ia harus menanggung sakit bungkuk selama delapan belas tahun. Atas mujizat itu dia “memuliakan Allah” (Luk.13:13)

Semua orang banyak yang hadir mendengarkan pengajaranNya, menyaksikan mujizat penyembuhanNya, melihat ketegasanNya membuka kemunafikan kepala rumah ibadah, menjadi bersukacita. Sebabnya adalah tindakan-tindakan Tuhan Yesus itu perkara mulia: membawa kabar gembira Allah meraja dengan belaskasih-Nya menyelamatkan orang dari pengaruh roh jahat, penyakit, belenggu peraturan hari Sabat yang kaku, dan kemunafikan. (Luk.13:17).

Bagaimana dengan diri kita, apa respon kita atas Injil Kerajaan Allah?
Setiap hari kita membuat tanda salib: Atas/Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Kita mohon diberi rahmat kekuatan Allah agar kita memilih tindakan-tindakan yang mampu kita lakukan demi membebaskan dan menyelamatkan orang atas Nama-Nya.
Tiap hari kita mendoakan Bapa Kami: Bapa kami yang ada di Surga, di muliakanlah Nama-Mu…. Kita mohon dianugerahi api semangat Kerajaan Allah (Luk.12:49) dan kuat kuasa (I Kor. 4:20) untuk memuliakan Nama-Nya dengan melakukan hal hal yang kita bisa demi kabar gembira keselamatan-Nya.

Doa

Tuhan, nyalakan api semangat dan berilah kuat kuasa untuk kami dalam ikut serta memberitakan kabar gembira penyelamatan-Mu. Amin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *