BAIT ALLAH ITU KUDUS

BAIT ALLAH ITU KUDUS

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian

Minggu, 09 November 2025:

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. (Yoh 2:13-22)

Ada dua hal yang bisa direnungkan dari perikop Injil pada Hari Minggu Pesta Pemberkatan Basilika Lateran ini. Pertama, Yesus mengajak kita agar mempergunakan Bait Allah dalam arti fisik/ jasmani sesuai peruntukannya. Bait Allah adalah gedung tempat ibadat, tempat berlangsungnya upacara pemuliaan Allah, bukan tempat manusia melampiaskan kebutuhan sosial ekonominya. Bait Allah perlu dijaga kesucian dan kekudusannya, tidak boleh dinodai oleh transaksi perdagangan dan jual beli keperluan hidup sehari-hari, untuk mencari untung saja. Di zaman sekarang, tujuan utama orang ke gereja bukan untuk mencari nafkah atau keuntungan bagi hidup pribadi atau kelompok sendiri, melainkan untuk mensyukuri kehidupan ini, menyatukannya dengan korban persembahan Yesus Kristus, dalam perjamuan Ekaristi. Niat utama umat ke gereja janganlah untuk mendapatkan kesenangan, melainkan memberikan persembahan yang tulus, baik dengan doa, nyanyian, tata gerak, dan aksi partisipatif yang lainnya, demi memuliakan nama Tuhan.

Kedua, Yesus mengajak kita agar memberikan makna baru kepada Bait Allah. Yang penting bukan gedung tempat peribadatan memuji Allah, melainkan tubuh jiwa raga kita masing-masing adalah Bait Allah, tempat di mana Allah merelakan diri berkomunikasi langsung dengan kita, yakni di dalam suara hati sanubari yang terdalam. Tubuh kita adalah Bait Allah yang kudus, sehingga perlu dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Janganlah mengumbar hawa nafsu dan keinginan manusiawi saja, melainkan memperjuangkan kepentingan yang lebih luhur, yakni mengembangkan talenta yang kita miliki, demi syukur atas anugerah Tuhan dan demi pelayanan kepada sesama. Tubuh kita bukan dimanfaatkan untuk kepentingan egoisme sesaat, melainkan untuk kepentingan bersama, demi pembangunan jemaat. Sebagaimana kata Paulus, “Bait Allah adalah kudus, dan Bait Allah itu adalah kamu” (1 Kor 3:17).

Marilah berdoa,

Allah yang kudus dan berkuasa,

Kami manusia ciptaanMu tak bisa berbuat lain kecuali memuji dan meluhurkan namaMu. Ajarlah kami agar dapat memuliakan namaMu di tempat-tempat peribadatan, bukan demi kepentingan diri sendiri, melainkan demi kesucian namaMu.

Allah yang berkuasa dan kekal,

Engkau telah menciptakan kami dengan badan jasmani yang lengkap. Ajarlah kami untuk memanfaatkannya demi kemuliaan namaMu, dengan cara melayani sesama, membangun kesejahteraan dan kebahagiaan hidup bersama.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, PuteraMu, yang berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *