TUHAN TAMBAHKANLAH IMAN KAMI

TUHAN TAMBAHKANLAH IMAN KAMI

Renungan

Senin, 10 November 2025

Oleh Ansgarius Hari 45 Wijaya

Lukas 17: 1-6


Ada tiga hal yang disentuh dalam perikop ini, yaitu tentang penyesatan, memberikan pengampunan, dan iman sebesar biji sesawi.

Rm. Louis Leahy SJ (Alm) bahwa orang beriman –bisa jadi turut andil juga dalam– membuat orang menjadi ateis. Karena mengaku beriman tetapi tidak hidup sesuai dengan pengakuannya. Orang beriman Kristiani semestinya hidup sesuai mewujudkan cinta kasih seperti yang diajarkan dalam iman yang diakuinya, tetapi realitas hidupnya bertentangan dengan pengakuan imannya. Berbicara yang serba baik. Tetapi penghayatan hidupnya sehari-hari sebaliknya. Tidak dapat memberikan maaf kepada orang lain, bahkan orang yang ada dalam rumahnya sendiri. Hal seperti ini bisa menjadi penyesatan untuk orang-orang yang baru mau bertumbuh dalam iman. Yang memiliki iman seperti masih anak-anak. Belum dewasa.

Hukuman yang disebutkan dalam perikop Lukas 17, 1-6 itu berat. Orang yang dalam sikap, kata-kata dan perbuatannya membuat orang lain tersesat – menjadi murtat, menjadi tidak mudah mengenal Tuhan yang Maha kasih – konsekuensi hukumannya lebih baik diikatkan batu kilangan – batu yang sangat berat bobotnya dan ditenggelamkan ke dalam laut. Pastilah ajal akan menjemputnya. Laut menjadi lambang penghakimannya.

Apa yang disampaikan dalam perikop itu menegaskan tanggung jawab orang beriman agar menghayati hidup sesuai dengan iman, sehingga tidak menyesatkan orang. Orang menjadi tersesat jika tidak lagi percaya kepada Tuhan karena sikap, kata-kata dan perbuatan orang beriman yang tidak bertanggung jawab terhadap imannya.


Namun demikian jika ada orang yang keliru melangkah, orang beriman memiliki kewajiban juga untuk mengingatkan dengan cara menegur dan memaafkan, apalagi jika orang itu sudah meminta maaf. Pengampunan harus diberikan sebagaimana selalu terungkap dan kita janjikan ketika mendoakan doa Bapa Kami.

Orang beriman Kristiani wajib memberikan pengampunan kepada saudaranya yang bersalah kepadanya. Pengampunan itu bahkan disebutkan dalam teks yang lain sampai 7 kali 70 kali. Sampai 490 kali, yang artinya tanpa batas.


Hal tersebut pastilah sulit bagi manusia untuk melakukannya. Juga para muridpun merasa hal itu sesuatu yang sangat mustahil dilakukan, jika hanya mengandalkan kekuatan manusiawi saja. Oleh sebab itu para murid meminta kepada Yesus agar iman mereka ditambahkan – dikuatkan.


Yesus memberikan jawaban. Jika kamu memiliki iman sebesar biji sesawi, maka imanmu akan dapat memerintahkan pohon ara itu untuk tercerabut dan tertanam ke dalam laut. Perintahmu itu akan ditaati. Pohon ara yang tercerabut dan tertanam ke dalam laut adalah suatu hal yang mustahil terjadi. Dengan kata-kata ini Yesus mau menyampaikan bahwa sekecil apapun imanmu – jika itu kamu letakkan dalam Tuhan. Tuhan yang kamu andalkan, tidak ada sesuatu yang mustahil yang terjadi dalam hidupmu. Meskipun yang kamu inginkan itu sesuatu yang di luar penalaranmu. Kemampuan itu bukan tergantung pada dirimu, tetapi kemampuan yang berasal dari Tuhan sendiri.


Doa. Tuhan, kuatkanlah kami untuk menjadi orang yang bertanggung jawab dalam menghayati iman kami dengan sikap, kata-kata dan perbuatan kami. Mampukan kami mengampuni kesalahan orang lain dan meletakkan segala kekuatan itu bukan pada diri kami sendiri, tetapi di dalam Rahmat dan kekuatan-Mu sendiri.


Srengseng Sawah Jakarta Selatan

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *