Orang Buta Karena Beriman, Dia Bisa Melihat
Renungan Harian
Senin, 17 November 2025
Oleh Andre Sumariyatmo
Injil Lukas 18 : 35 – 43
“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu,”Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Melihatlah sekarang! Imanmu telah menyelamatkan engkau.” (ayat 41-42)
Saya mempunyai keponakan yang sudah tidak bisa melihat lagi karena punya penyakit glukoma. Dia menyesal sekali karena selama ini dia tidak mengontrol dalam hal makan dan minum. Dia begitu senang makan di resto Padang, nambah nasi bisa dua atau tiga kali. Kalau soal minum, dia senang minum coca cola atau sprite. Hidupnya sangat hepi dan merasa nyaman.
Apa yang terjadi selanjutnya? Ternyata semuanya itu berdampak pada kesehatannya yang makin memburuk. Penyakit diabetesnya semakin parah dan di saat umurnya baru lima puluh tahun dia sudah tidak bisa melihat lagi. Hidupnya saat ini bergantung pada pertolongan orang lain. Kerinduannya hanya satu sekarang ini kapan ada mukjijat agar dia bisa melihat lagi seperti manusia.normal??
Injil Lukas yang kita dengarkan hari ini memberikan pesan yang kuat bahwa manusia buta memiliki harapan yang besar ketika Tuhan Yesus akan lewat. Harapan itu diwujudkan dengan teriakan yang keras agar Tuhan mendengarkan dan menolong. Tuhan Yesuspun menjawab permohonannya karena orang buta tersebut sungguh percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan. Iman kepercayaan inilah yang menjadi dasar bahwa Tuhan tergerak belas kasih dan menyembuhkan sehingga membuat dia bisa melihat lagi. Hidupnya menjadi terang dan cerah. Dia mengikuti Tuhan dan semangat memuliakan nama Tuhan.
Dalam hidup sehari-hari kita sering mengalami kebutaan bukan hanya kebutaan mata melainkan juga kebutaan dalam hati nurani, moral, sosial dll. Kita nekad berbuat tidak jujur dalam pelaksanaan tugas sebagai pejabat, guru, aktivis paroki, pengusaha, karyawan, suami atau isteri. Kita perlu nunduk dan datang memohon pertolongan Tuhan agar bisa mengerem, menyesal dan membaharui hidup menjadi orang baik, setia dan mau mensyukuri atas rahmat dan hidup yang kita jalani. Kekuatan iman mendorong kita kembali kepada jalan yang baik dan benar.
Doa : Allah pengasih dan pemurah hati, kami sering menolak bimbingan Roh Kudus sehingga kami mengalami kebutaan dalam iman, doa, hidup rohani dan moral. Untuk itu kami mohon rahmat-Mu agar kami mampu menolak godaan roh jahat dan kembali menjadi orang katolik yang teguh dalam iman kepercayaan dan bersikap jujur serta bertanggung jawab. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan memberkati.
ANDRE SUMARIYATMO
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta Pusat.

