TUHAN BANTULAH KAMI UNTUK SELALU SIAP SIAGA MENYAMBUT KEDATANGANMU
Oleh Ansgarius Hari 45 Wijaya
RENUNGAN
MINGGU, 30 NOVEMBER 2025
MATEUS 24:37-44
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Urusan duniawi itu sangat banyak. Tidak ada habis-habisnya. Supaya hidup sejahtera – segala sesuatu harus dipersiapkan di rencanakan dengan cermat. Mengapa kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Agar pada saatnya dapat menjalani hidup dengan menyenangkan tidak kekurangan suatupun. Contoh persiapan yang konkrit misalnya supaya pandai harus rajin belajar, bersekolah di Lembaga pendidikan yang baik. Supaya memiliki uang untuk keperluan ini itu: pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, tempat tinggal serta kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan minuman yang diperlukan untuk hidup, perlu bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Perlu menabung sebagian dari hasil kerja – bilamana penghasilan masih mencukupi dan tidak habis dibelanjakan untuk kebutuhan harian yang sangat mendesak. Supaya siap. Sewaktu-waktu memerlukan uang untuk kebutuhan yang direncanakan atau tidak terduga, sudah siap dan tidak perlu merasa kuatir. Itu dinamika kehidupan di dunia ini.
Sama halnya dengan kehidupan setelah kematian nanti. Pada perikop hari ini Sabda Tuhan mengingatkan kita akan kedatangan-Nya yang tidak terduga. Artinya Tuhan datang untuk menjemput kita di akhir hidup kita. Kedatangan-Nya tidak pernah dapat kita ketahui sebelumnya. Tetapi itu pasti. Dalam teks ini dikatakan dapat datang seperti air bah pada zaman nabi Nuh.
Menenggelamkan semua ciptaan – gunung-gunung, makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan. Manusia dan binatang tidak ada yang selamat kecuali keluarga Nuh dan binatang-binantang yang dibawa Nuh masuk di dalam bahteranya. Sebelum semua itu terjadi Tuhan sudah memperingatkan Nuh dan dia dan keluarganya taat. Mempersiapkan segala sesuatu untuk keselamatannya.
Membuat bahtera di puncak gunung yang bagi orang lain sesuatu yang tidak masuk akal. Keluarga Nabi Nuh mempersiapkan bahtera sesuai perintah Allah untuk menyelamatkan diri dari air bah. Nuh beserta keluarganya-istri, tiga anak laki-lakinya (Sem, Ham, dan Yafet), serta istri mereka mengumpulkan semua jenis hewan berpasangan, dan membuat bahtera dari kayu gofir dengan
lapisan anti air, meskipun banyak orang mengolok-oloknya. Proses pembangunan ini menunjukkan keimanan, ketaatan, dan ketekunan Nuh dalam mengikuti petunjuk Tuhan. (Bdk Kej 6-7). Air hujan yang tercurah selama 40 hari 40 malam menenggelamkan semua yang ada sampai setinggi 15 hasta selama 150 hari. Peringatan Tuhan kepada Nuh diberikan selama 7 hari sebelum peristiwa terjadi. Mungkin sebenarnya lebih dari waktu itu. Bagaimana mungkin Nuh dapat membangun bahtera sebesar itu hanya selama 7 hari? Mengumpulkan binatang berpasangpasangan sebanyak itu selama 7 hari juga?
Peringatan Tuhan supaya selalu berjaga-jaga baik kalau kita sambut untuk keselamatan kita di dunia maupun kelak sesudah kematian yang tidak dapat kita perkirakan: kapan waktunya, bagaimana caranya kita akan mati. Kita hanya dapat bertekun dengan ajaran Tuhan sesuai kehendak-Nya untuk mengasihi satu sama lain, beramah tamah, saling menolong, berbela rasa.
Berani berkurban seperti yang pernah dia contohkan dalam hidupnya. Taat dalam kesalehan, rajin dalam bekerja, suka bergaul dengan murah hati. Selalu memberikan waktu terbaik untuk Tuhan, dengan tidak lalai beribadah kepada-Nya dan mewujudkan hal-hal baik yang diyakini benar sesuai kata hati nurani. Itulah kiranya bekal bagi kesiapsiagaan kita menyongsong kedatangan Tuhan pada akhir hidup kita. Semoga kita menjadi orang terpilih yang dikasihi dan selalu mendapat berkat-Nya, di dunia ini maupun di akhir nanti. Kita hanya dapat berserah diri dengan penuh suka cita dalam menyongsong misteri kedatangan-Nya.
Doa: Tuhan kami manusia yang rapuh dan seringkali terdistraksi oleh berbagai macam kepentingan yang memecah perhatian kami untuk selalu mengarahkan diri dan mewujudkan cinta kasih-Mu bagi sesama kami. Semoga kami selalu bersedia mendengarkan bimbingan-Mu untuk kebaikan kami dan orang-orang yang kami kasihi menuju jalan keselamatan yang Engkau sediakanbagi hidup kami di dunia ini maupun kelak di kemudian hari. Demi Kristus Pengantara kami.
Sresngseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan
Ansgarius Hari 45Wijaya

