Membangun Istana Pasir ala Prabowo

Membangun Istana Pasir ala Prabowo

MBG Hingga KMP

Hari-hari ini gencar Pembangunan Koperasi Merah Putih. Targetnya dua bulan harus kelar jika sudah dimulai. Pada Maret tahun depan, atau lima bulan dari sekarang sudah akan berdiri megah 80.000 koperasi di semua desa di seantero negeri. Program ini menyusul MBG yang masih saja terdengar polemic di sana-sini.

Pembangunan dari Atas

Melihat apa yang pemerintah saat ini lakukan semua terkesan drop-dropan, semua dari atas dan rakyat tinggal “menikmati”, kalau bener dan sukses iya menikmati, jika gagal? Ya walahualam.

KMP yang megajumbo anggaran dan proyeknya sekadar fisik. Namun, apakah mengubah pola pikir dan pola tindak dalam keuangan? Pengalaman pribadi, ketika berbicara mengenai Credit Union yang jauh berbeda dengan koperasi pada umumnya, susahnya minta ampun. Di CU mau meminjam harus menabung dulu, kebiasaan menabung, bahkan menabung untuk utang. Di tempat lain kebiasaan itu tidak ada.

Nah, apa yang dibangun pemerintah ini, koperasi megah dengan anggaran perkoperasi lebih satu milyar apakah tidak akan mubazir, atau sekadar proyek bangunan? Jika benar, ya wajar nantinya mangkrak.

Makan bergizi pun demikian. Tanpa kajian, langsung diterapkan dengan anggaran fantastic. Semua lembaga negara dan Kementerian anggarannya semua di bawah BGN yang menjadi badan pelaksanaan MBG. Apa yang terjadi di lapangan jauh dari ekspektasi. Makanan basi, banyak siswa menderita keracunan, menu yang tidak sesuai dengan harapan, dan banyak lagi.

Mengapa terjadi? Ya karena membangun istana di atas pasir. Bangunan itu perlu pondasi yang kokoh. Batu yang keras, semen, pasir, dan tanah yang stabil. Artinya perlu landasan yang kuat untuk stabilitas istana yang megah dan kuat.

Apa yang dipilih, dilakukan, dan dikerjakan Prabowo adalah model  komando militer, dari atas turun harus sama dan seragam. Padahal ini negara, jauh lebih banyak sipilnya. Apa yang dilakukan sekadar cepat, namun tidak cukup mendalam. Benar, semua bisa terjadi, selesai, dan terlaksana, namun apakah membawa daya ubah? Kog pesimis.

Hal ini sudah sering terjadi. Beberapa kali kebijakan anak buahnya dibatalkan. Terlihat gegabah, grusa-grusu, tanpa perencanaan matang. Padahal tidak seharusnya demikian, ini bangsa, bukan sekadar rukun tetangga yang hanya belasan kepala keluarga, namun ratusan juta.

Presiden, bangunlah istana di atas landasan yang kuat, stabil, dan kokoh. Indah namun jika dasarnya lemah, ya akan mudah rontok.

Salam JMJ

Susy Haryawan

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *