ORANG-ORANG MAJUS MENEMUKAN DAN MENYEMBAH TUHAN

ORANG-ORANG MAJUS MENEMUKAN DAN MENYEMBAH TUHAN

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian, Minggu, 04 Januari 2026:

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” 2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” 2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” 2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. (Mat 2:1-12).

Mateus menceritakan Yesus lahir agak berbeda dengan Lukas. Kelahiran Yesus menimbulkan “tanda tanya” bagi orang-orang pintar dan bijaksana dari negeri Timur (Persia, Mesir, Arab). Mereka ahli perbintangan, ingin membuktikan bayi seperti apakah Yesus itu. Maka mereka mengikuti gerakan bintang. Mereka dibawa bintang ke Yerusalem, tempat raja Herodes. Lalu mereka diantar ke Bethlehem, dan bintang itu berhenti persis di atas “rumah” bayi Yesus. Proses perjuangan orang Majus menemukan dan menyembah Tuhan ini menarik. Setidak-tidaknya mereka mengalami tiga tahapan:

  1. Orang Majus Percaya Pada Bintang

Orang Majus mewakili keberadaan bangsa asing yang bukan Yahudi, dari negeri Timur. Mereka memiliki akal budi, pikiran dan akal sehat, mempelajari ilmu falak perbintangan, dan mempercayai bahwa Bintang yang dari Timur ini menunjukkan jalan kepada Tuhan. Mereka ikut saja, kemana bintang itu membawa, sampai di Yerusalem. Ini bisa diartikan bahwa kehadiran Yesus di dunia bukan hanya untuk orang Yahudi, melainkan untuk semua bangsa di dunia. Siapa pun dari belahan dunia manapun, kalau memiliki kehendak baik untuk mencari Tuhan, pasti akan menemukan-Nya. Bagai rusa kehausan yang mendambakan air, mereka berupaya mencari Tuhan (Maz 42:2-3), menggunakan segenap akal budinya, serta jiwa dan perasaannya.

  • Orang Majus Bertemu Dengan Herodes

Herodes adalah simbol keburukan, kejahatan, keraguan dan godaan setan. Ketika orang Majus datang, Herodes bermuka dua, berwajah manis, merayu mereka agar pulangnya lewat Yerusalem lagi. Ini berarti bahwa dalam pencarian kebenaran, seseorang sering menghadapi godaan dan bujukan setan. Namun orang Majus ternyata lebih percaya Bintang daripada kata-kata Herodes. Sesudah menemukan Yesus, mereka mendapat bisikan agar tidak menemui Herodes. Orang Majus mendengarkan suara Tuhan.

  • Orang Majus Menemukan Yesus Bersama Maria

Ketika bintang berhenti di Bethlehem, persis di atas rumah Yesus, orang Majus melihat ada bayi bersama seorang wanita. Mereka tidak mengenal sebelumnya. Namun aneh, melihat Maria yang tenang, damai, hening dan sukacita itu, orang Majus langsung percaya bahwa bayi yang di dekatnya adalah bayi Yesus, itulah Raja yang mereka cari-cari. Siapa pun yang kebingungan mencari Tuhan, ketika memandang Maria, langsung bisa menemukan Yesus. Per Mariam ad Yesum, melalui Maria menemukan Yesus.

Marilah berdoa,

Yesus yang tinggal di tengah kami,

Semoga kami mampu menggunakan segenap akal budi, jiwa dan perasaan dalam berjuang mencari kebenaran yang Kau miliki.

Semoga kami tidak mudah tergoda bujukan setan, melainkan senantiasa mendengarkan suara-Mu, yang sudah tertanam di dalam hati kami.

Yesus yang penuh kasih,

Semoga kami semakin mendekat dan memandang wajah bunda Maria, yang penuh ketenangan, kedamaian, kebijaksanaan dan kesucian. Melalui bunda Maria, kami akan dapat menemukan Engkau sendiri. Sebab Engkaulah Allah Putera yang menjadi manusia, yang berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *